Assalamualaikum warahmatullah.
Dengan awal bermule bismillah.
Kate dan bahase akan dipilah.
Syair gulongpon terbukalah sudah.
Shalawat dan salam kepade Rasul.
Amal baik dan buruk masing memikul.
Doe nazar moge terkabul.
Perihal perasaan yang terpukul.
Tiade dapat dijadikan berite.
Apetahlagi perihal warte.
Semue kejadian jelas di depan mate.
Jelas garis pemisah surge dan nerake.
Benar ade kisah dibulan Sya'ban.
Bala musibah Allah berhak turunkan.
Jike pedang tauhid udah ditangan.
Melawan pasti mundurpon jangan.
Kire waras diri mengalah.
Kire takot tumpahkan darah.
Selagi lurus niatkan karene Allah.
Tiade hambepon dapat mencegah.
Jangan mengaku tanah aik sorang.
Jangan mengaku bile bede pandang.
Tegak kami ruku sujud sembahyang.
Jangan diri lupa lalu melanggar pantang.
Berkat rahmat Allah negeri merdeke.
Tiade disebut Tuhan yang mane- mane.
Jangan diri lalu semene- mene.
Penguat kami iman dan taqwe.
Berani beromong mulot.
Kali dilajakkan baru takot.
Pendek akal salahpon diikot.
Nyan nam kerjaan orang merampot.
Jangan bawak asal usul suku.
Di negeri ini diri bersatu.
Namun bile agame disalah selalu.
Tande sibalik suku betapok malu.
Apekah tiade menyadar diri.
Maok beromong toliransi.
Yang ade perkataan tolol orang berdasi.
Merusak damai suasane negeri.
Rusuh negeri kemane- mane.
Adak gak berani menibak senjate.
Mane musuh dan lawan tentu ade bede.
Berlindung dibalik aparat yang diniste.
Disenek damai disenun tentram.
Cube gak mulot bedediam.
Jangan disulut barak yang padam.
Nanti diri mati didalam diam.
Ambik ilmu tiade telap.
Tiade pantang apepun dihalap.
Biar mintak ampon mati selap.
Sembali jangan sembarang diri berucap.
Tiade dipisah agame dan negeri.
Sebelum ade ini NKRI.
TuanKu Imam Bonjol bepegang firman Ilahi.
Diponegoro pun usir penjajah tirani.
Tiade dipisah nasehat agame.
Kepade setiap manusie.
Berpegang adat sekedar petue.
Bersendi syarak tak dapat diniste.
Buat ape mencaci maki.
Jike tiade bertanding hidup dan mati.
Jangan menyombong itu dan ini.
Jike terpanggil tiade dapat dihenti.
Siape musoh siape lawan.
Cubelah bace buku panduan.
Sendiri angkat suku asal kejadian.
Yang dilawan orang jihad dipandu Tuhan.
Jike diri tak maok terusik.
Bagus beromong bebisik- bisik.
Asal jangan jadi orang munafik.
Karene jabatan dan uang kebenaran ditampik.
Sekali rusoh baru betapok.
Kebetolan aman baru betepok.
Dak sadar orang menengok.
Macam nyan namenye ngolok- ngolok.
Jike kami bersuku.
Agame jadi pemandu.
Adat perlu sebagai pemersatu.
Ape yang baik itulah yang ditiru.
Orang salah sile dilaporkan.
Pihak berwajib putus pengadilan.
Jangan main cekal dak ade kejelasan.
Sumpah doe umat akan diijabah Tuhan.
Malu diri di kampong sorang.
Ape lagi dikampong orang.
Mane pribumi mane pendatang.
Cube gak belajar berjuang lantang.
Kompol di masjid pasti padat.
Apelagi jike same syahadat.
Dak perlu berani ramai nunggu acare adat.
Adat dibuat itu sebagai perekat.
Berbaju tapi tak bercelane.
Kami beradat kami beragame.
Disuruh pisahkan manelah bise.
Biarpon sampai kambeng beranakan onte.
Janganlah suke nak melelain.
Sadar posisi jike jadi pemimpin.
Harmonisasi patut dijamin.
Bukan malah konflik yang buat perihatin.
Jangan dipisah agame dan suku.
Jangan dipisah agame dan negeriku.
Jangan dipisah agame dan tamu.
Jangan dipisah agame dengan ilmu.
Allah kate suku berbede.
Itu kehendak agame Allah Ta'ale.
Ape suku macampula agamenye.
Itu pilihan yang selalu ade.
Pisah agame antare suku.
Siape pencipte die berbeda itu.
Manusie Tuhan ataukah antu.
Bile adak mengerti sunggoh telalu.
Jangan dipisah agame dari diri.
Karene nyan nam jati diri.
Ape agamenye saling toleransi.
Jangan dikalut sampailah mati.
Untuk mu agame mu.
Untuk ku agame ku.
Pasti punye ras dan suku.
Itu tande identitas agame dan suku bersatu.
Siket- siket bawa suku.
Cube liat nenek moyang kite dahulu.
Ade die bekalot dengan itu.
Hal agamepon jangan dibuat tabu.
Agame macam- macam.
Sukupon begian nam.
Tiade kami untuk mengecam.
Melainkan memberi dakwah supaye paham.
NKRI harge mati.
Bukan lalu jahatkan orang bepeci.
Bebawa senjate polisi dan TNI.
Di benturkan supaye ade yang mati.
Agame tetap ade.
Umatnye mengamalkan ape yang ade.
Itu hak asasi manusie.
Ikut dakwah sile adak jangan mencele.
Jangan dipisahkan ape yang satu.
Ayok am kite saling membahu.
Pejabat dan orang salah jangan ditiru.
Kepade Allah jua kite menuju.
Cukup sudah madah dikarang.
Kepak bediri duduk baring telentang.
Ini akan jadi sejarah mase yang datang.
Di syair gulong di catatkan panjang.
Ampon maaf khilaf dan salah.
Saye tutup dengan Alhamdulillah.
Berharap semate kepade Allah.
Akhir kate wassalammulakum warahmatullah.
Ketapang, Jum'at 5 Mei 2017
Oleh: Tuan Guru Zunaidi Nawawi Tuan- Tuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.
Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.
Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.
Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.
Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.
Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.
Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.
Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.
Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.
Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.