Assalammu'alaikum Warahmatullah.
Izinkan seye menulis risalah.
Dengan awal membace Bismillah.
Syair gulung Melayu Ketapang terbukalah sudah.
Dengan Bissmilah diawal kate.
Kate tersusun baitpun beserte.
Saye syairkan ape yang ade.
Haraplah dibace dengan seksame.
Jike syair ini hendak didendangkan.
Tentulah hendak menyampaikan pesan.
Bentuknye bergulung dibuka dengan tangan.
Mempunyai logat sama setiap akhiran.
Namenye jak syair gulung.
Panjangnye tentu sulit dihitung.
Bait syair dari awal sampai ke ujung.
Jike tersindir jangan'nam tersinggung.
Inilah namenye syair.
Bukan mantra bukanye sihir.
Tidaklah pula maksud menyindir.
Sekedar hanye menghibur bagi yang hadir.
Sebagai tande Melyu beradat.
Jadilah Orang Melayu yang taat.
Selalu tegak memegang syariat.
Dimane berade selalu memberi manfaat.
Melayu Ketapang sangat kental.
Sehat fisik baiklah mental.
Tak patu juga jike bebual.
Orangnyepun tidaklah suke mencari tegal.
Ketapang elok sempurne.
Asal muasal kerajaan Tanjung Pure.
Tersisklah Kerajaan Matan pade akhirnye.
Di tepian sungai Pawan berdirinye istane.
Tepung tawar doe selamat.
Itulah tradisi yang dipegang kuat.
Syair gulungpun dikenal masyarakat.
Sebagai tande mengenal budaye setempat.
Sebagai Melayu betuah.
Selalulah kite duduk bermusyawarah.
Masalah kecil jangan membesarkan marah.
Semue dipertanggung jawabkan kepade Allah.
Kepade semue tuan.
Kami beri segenap penghormatan.
Syair ini memuat banyak pesan.
Boleh di bace diamalkan.
Cukup sudah ini madah.
Syair gulungpun tetaplah indah.
Maaf jike bahase saye salah.
Semoge ini memberi betuah.
Dengan mengucap Alhamduliilah.
Cukuplah ini madah.
Semoge mendapat rahmat dari Allah.
Saya pengarang & pelatun yang melestarikan SYAIR GULUNG, Sayapun berketurunan Melayu sangat suka menggeluti dan mensyiarkan tentang SYAIR GULUNG ini, dari mengarangkan orang atau dipinta tampil untuk mendendangkan sendiri memenuhi shahibul hajat. Selama ini SYAIR GULUNG sangat kontemporer untuk menjadi wadah aspirasi dan inspirasi dalam melakukan rekonstruksi reformasi peradaban bangsa di negeri ini. Syair Gulung merupakan identitas Orang Melayu, Berdarah Melayu, Suku Melayu Ketapang.
SYAIR BAHASE KETAPANG
- Salam Melayu............
- "Mustike Indah Jaye Sempurne. Membujur Lurus Melintang Patah. Tanah Kayong Keramat Luar Biase. Dilanggar Pantang Dilangkah Tulah.Sungai Pawan Aiknye Deras, Kayu Hanyut Melintang Pukang. Orang Ketapang Ilmunye Keras, Banyak Pendatang Dak Bise Pulang. Anak Cecak Di dalam Gayong, Entah Berkaki Entahlah Tidak. Bile Tetijak Ke Tanah Kayong,Terase Nyaman Ingat Pulangpun Tidak. Bagaimane Orang Ketapang, Orang Ketapang Berpeninding Badan. Bile Merantau Ke Tanah Orang, Orang Ketapang Siap Pulang Berbungkus Kafan.(Oleh Zunaidi Tuan-Tuan)
SYAIR GULUNG ASLI KETAPANG
Bolehlah saye perkenalkan diri.
Name saye Zunaidi.
Walau jauh kemane pergi.
Diundang bersyair insyaallah menghadiri.
Ayah saye namenye Nawawi.
Umak saye bername Wainah menantu Sedi.
Saye punye tige abang saudare laki-laki.
Pertame Sapuan Nur ketige Zainal Abidin dan kedua si Saupi.
Untuk kedue orang tue kite same berdoe.
Semoge berumur panjang selalu berbahagie.
Kitepun semege jadi anak bergune.
Tau diri dan paham adat budaye serte agame.
Name saye Zunaidi.
Walau jauh kemane pergi.
Diundang bersyair insyaallah menghadiri.
Ayah saye namenye Nawawi.
Umak saye bername Wainah menantu Sedi.
Saye punye tige abang saudare laki-laki.
Pertame Sapuan Nur ketige Zainal Abidin dan kedua si Saupi.
Untuk kedue orang tue kite same berdoe.
Semoge berumur panjang selalu berbahagie.
Kitepun semege jadi anak bergune.
Tau diri dan paham adat budaye serte agame.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.
Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.
Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.
Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.
Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.
Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.
Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.
Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.
Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.
Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.