SYAIR GULUNG “BULAN RAJAB ISRA’MIRAJ”
Assalammu'alikum saye ucapkan.
Harap dijawab tuan dan puan.
Beserte bismillah diawal pesan.
Syair gulungpun terbuka membawa
pempadahan.
Tuan dan puan apelah kabar.
Semoge kabar baiklah yang
terdengar.
Kepade Allah kite kuat bersandar.
Ridho Allahlah yang kite kejar.
Tak bertemu cukuplah lamak.
Berape kali sudah lepas almanak.
Jumpe dak jumpe udah punye anak.
Doe baik selalulah di dalam
benak.
Bolehlah saye betanyak.
Bulan berape tertera di almanak.
Pastilah dak tau anak beranak.
Perihal bulan Islam yang dianggap
lamak.
Bulan ini bulanlah juni.
Bulan Rajab bulan yang islami.
Haraplah diketahui.
Biar paham harap dipelajari.
Ape kisah dibulan rajab.
Inilah bulan yang mustajab.
Do'e Rasulullahpun dapat terjawab.
Ketemu Allah tiade berhijab.
Termuat sudah kisah.
Kisah yang membawa petuah.
Isra'mi'raj sebagai kisah.
Nabi Muhammad mendapat perintah
dari Allah.
Adepun perintah itu.
Itulah perintah shalat lima waktu.
Wajib dilakukan dari waktu kewaktu.
Kepade Allah umat Islam wajib
menuju.
Masjid-masjid terase sempit.
Sampai duduk-dudukpun
berhimpit-himpit.
Walau lapar diperut melilit-lilit.
Isra'mi'raj tetap diperingati
dimasjit-masjit.
Inilah die acare isra'mi'rat.
Bagi yang mendengar jangan
terperanjat.
Rasulullah menerima perintah
shalat.
Agar umatnye menjadi taat.
Hindarilah perbuatan haram.
Jadikan shalat sebagai rukun Islam.
Buatlah hati menjadi tentram.
Dengan shalat dekatkan diri pade
khalikul alam.
Ape gune orang puase.
Bile shalat die tak bise.
Seperti berbaju tapi tidak
bercelane.
Menutup pusat tapi membuka dade.
Ape gune berpangkat tinggi.
Ape nak jadi walupun haji.
Shalat seumur hidup haye dua kali.
Cume lebaran haji dan idul fitri.
Anak disuruh shalat di masjit.
Orang tue malah sibuk saling
memijit.
Anak dipelasah menjerit-jerit.
Orang tue malah sibok mencarik
duit.
Dari Masjidil Haram ke Masjidil
Aqsha Dia diperjalankan.
Lalu dimi'rajkan Menghadap Tuhan.
Menerima perintah shalat sebagai
kewajiban.
Shalat wajib itu lima waktu.
Ditunaikan pade waktu yang telah tentu.
Jangan mau shalat tunggu-menunggu.
Keburu mati baru dishalatkan
pelayat dan para tamu.
Jike ingin merasekan bagaimane
mi'rat.
Cubelah tunaikan shalat.
Mirat kepade Allah akan terase
dekat.
Biasekan shalat pade waktu yang
tepat.
Perempuan shalat memakai kerudung.
Laki-laki kadang memakai sarung.
Dak maok rugi selalu mau untung.
Shalatnye cepat zikiranpun dak gak
suntong.
Bulan Rajab dibulan ini.
Bulan sya’ban setelahnya nanti.
Berharaplah rahmat dari Illahi.
Semoge dengan Ramadhan dapat ketemu
lagi.
Bagimane Rasulullah
diisra’mi’rajkan.
Allahlah yang punye kekuasaan.
Telah dijelaskan di dalam
Al-qur’an.
Hendaklah selalu perkuatkan iman.
Bile shalat beserte imam.
Imam salah makmum janganlah diam.
Habis bedo’e jangan lupa
bersalam-salam.
Beserte akan tercurah rahmat
Halikul Alam.
Sekarang shalat banyaklah model.
Mungkin yang shalat orang
degel-degel.
Tak paham agame maok mentafsel.
Shalanye mufarakah tiade hasel.
Bile takbir tangan beputar-putar.
Bile ditanya alasannye tidaklah
benar.
Bile tiade guru dalam belajar.
Make setanlah yang membuatnye
nyasar.
Demikian juga bile besedekap tangan
Macam-macamlah jamaah mengamalkan.
Ade yang tanganye samapai kelengan.
Jike ditanya adepula die beralasan.
Inilah acare isra’mi’rat.
Acare yang boleh dijadikan
penginggat.
Bile mau kesidratul muntaha
sempurnekan salat.
Selalulah untuk jadi umat yang
taat.
Ade pula malam nisfu sya’ban.
Malam penyetoran segale amalan.
Benar atau tidak jagan
dipersoalkan.
Silekan bace yasin do’e selamat dan
ruahan.
Bile ade pejabat Islam tak shalat.
Make dengan korupsi semakin dekat.
Bile mau dipenuhi segale hajat.
Shalat tahajut dan duha boleh
diperkuat.
Ade lagi shalat belang-belang
kambeng.
Membuat kambeng jadilah peneng.
Shalat wajib itu sembagai
pembimbeng.
Karene malas malah kambeng
dijadikan tameng.
Isra’mi’raj bukanlah cerite.
Tetapi benar dan nyate adenye.
Abu bakarlah yang membenarkan
pertame.
Bile percaye Islamlah die jike
tidak kafir adenye.
Bile shalat terase berat.
Jike shalat subuh mate kuat
melekat.
Itu tande dose telah menumpuk
berat.
Percepatlah diri untuk bertaubat.
Bile diri masih remaje.
Tak peduli anak-anak ataupun tue.
Paksekan shalat walaupun terpakse.
Akan merase nikamat jike telah
terbiase.
Jike uzur shalat berjamaah.
Tetaplah shalat di rumah.
Kerjekan shalat jangan hanye
sekedar printah.
Jangan pula menunggu mati baru
dishalatkan berjamaah.
Orang tue ngajar anak berkeluh
kesah.
Anak dak sembahyang malas
dipelasah.
Anak dak diongkosi sekolah.
Baruk besak sikit dah disuruh
nikah.
Banyak anak dare pulangnye malam.
Balek kerumahpun bediam-diam.
Hamil duluan baru mengaku maryam.
Malah yang diributkan jike hilang
seekor ayam.
Bagaimane shalat lima waktu.
Shalatlah berjemaah selalu.
Jike shalat sendiri setan banyak
menggangu.
Pikiran dan niatpun jadi tak
menentu.
Diisra’miraj ini semoge masjid
selalu makmor.
Yang masih hidup selalu ingat kubor.
Tak peduli betambol kue atau bubor.
Panitia Isra’miraj jangan takut
tekor.
Mudah-mudahan ketemu kite dibulan
sya’ban.
Pintu awal menuju bulan Ramadhan.
Adat petue budaye agame harap
dilestarikan.
Jagan hanye ibadah asal-asalan.
Cukup sudah ini madah.
Mengharap rahmat dari Allah.
Ampun maaf jike ade bahase yang
salah.
Maaf jike sajaknye tak indah.
Dengan mengucap alhamdulillah.
Beserte haru syair gulung ditutuplah
sudah.
Saye undur diri dengan bepadah.
Akhir kate wassalammu’alikum
warahmatullah.
Ketapang, Kamis
21 Februari 2013
Dikarang dan Dibaca Oleh:
Zunaidi Tuan-Tuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.
Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.
Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.
Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.
Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.
Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.
Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.
Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.
Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.
Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.