SYAIR GULUNG ASLI KETAPANG

Bolehlah saye perkenalkan diri.
Name saye Zunaidi.
Walau jauh kemane pergi.
Diundang bersyair insyaallah menghadiri.

Ayah saye namenye Nawawi.
Umak saye bername Wainah menantu Sedi.
Saye punye tige abang saudare laki-laki.
Pertame Sapuan Nur ketige Zainal Abidin dan kedua si Saupi.

Untuk kedue orang tue kite same berdoe.
Semoge berumur panjang selalu berbahagie.
Kitepun semege jadi anak bergune.
Tau diri dan paham adat budaye serte agame.

Senin, 08 Juni 2026

SYAIR GULUNG "TUAH DIBADAN"

Assalammu'alaikum warahmatullah.

Izinkan nam saye menuliskan madah.

Dengan awal membaca bismillah.

Syair Gulung terbukalah suddah.


Dengan bismillah awal ditulis.

Kepade Allah puji dan syukur tiade terabis.

Selama iman dan taqwa tiade tipis.

madah dikarang jangan nam dibuat sinis.


Shalawat dan salam pade Rasulullah.

Sebagai Nabi pembawa risalah.

Telah ditempa senang dan susah.

Tetaplah teguh kuat tersu berdakwah.


Lamak sudah tidak bermadah.

Banyak hal sibuk beribadah.

Menghibur lara hati yang gundah.

Syairpun dikarang tunduk tengadah.


Semoge baik kabarnye tuan.

Nyaman hidop minum dan makan.

Sungguh luas karunie Tuhan.

Itulah die tuah di badan.


Jike udah tuah di badan.

Pastikan hidup menemu nyaman.

Segale yang jahat dapat dilawan.

Ape yang baik jadikan kawan.


Banyak-banyak membuang sial.

Sial di badan janganlah kekal.

Make segale jahat mesti ditangkal.

Jangan sampai malah banyak membual.


Kite hidup banyak kemaok an.

Segale hajat minta ke Tuhan.

Ape yang maok jangan ditahan-tahan.

Mumpung nyawe maseh melekat ke badan.


Lihatlah jaman sekarang.

Banyak hal pantang dan larang.

Jahat orang dikenang-kenang.

Ape yang baik malah dibuang.


Jage badan jagelah diri.

Semue umanah dari Ilahi.

Jangan hidop banyak tengkar kelahi.

Nanti susah hidop uyoh mati.


Tuah diri ade di badan kite.

Tergantung diri care menjage.

Jangan melemah belum gak tue.

Rusak badan rusaklah jiwe.


Kepade Allah minta dijage.

Sehat selamat semase di dunie.

Kelak di akhirat tak masuk nerake.

Tergantung amal semase jaye.


Tuah di badan patut disyukur.

Jangan sampai sombong takabur.

Badan kite bisejak hancur.

Termakan amal didalam kubur.


Beginilah nasib badan.

Nyaman besakit ditahan-tahan.

Tetaplah hidup jangan mati beregan.

Jasad terkubur tersandar di nisan.


Badan sehat jiwepun kuat.

Tetaplah kite tegakan shalat.

Jangan banyak alasan tipu muslihat.

Nanti malah kenak kualat.


Serase letih lemahnye tulang.

Tetaplah diri kerjekan sembahyang.

Waktu yang ade jangan dibuang.

Bilelah usai tak kembali datang.


Hidup jangan mengate-ngate.

Nanti kelak pasti dibalas cele'.

Itulah tabiat insan manusie.

Penuh sombong ngaku sempurne.


Rugilah badan ini.

Bile rusak iman didiri.

Badan binase jasadpun mati.

Hilang pasti datang silih berganti.


Sakitnye badan ade obatnye.

Sakitnye hati apelah daye.

Kepade Allah sujudkan jiwe.

Make hilang semboh penyakit yang ade.


Tuahnye badan.

Hidupon nyaman.

Syukur dapat minum dan makan.

Beribadahlah kite menyembah Tuhan.


Cukuplah sudah ini madah.

Ampun dan maaf tulisan tak indah.

Boleh dibace didendangkan sudah.

Semoge mendapat rahmat dari Allah.


Dengan mengucap alhamdulillah.

Syair gulungpun tergulung sudah.

Boleh disambung bertemu wayah.

Wasslamu'alaikum Warahmatullah.


Ketapang, Kuala Tolak Senin, 22 Zulhijjah 1447 H/ 8 Juni 2026

Oleh. Syekh Syair

Raja Bungsu, Tuan Guru Zunaidi Nawawi Tuan-Tuan, Zunaidiaidi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.

Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.

Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.

Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.

Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.

Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.

Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.

Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.

Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.

Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.