oleh Zunaidi Aidi Tuan-Tuan pada 29 Oktober 2011 jam 14:01
Assalammu'alaikum warahmatullah.
Memohon izin saye mengurai madah.
Beserte bait berhatur bismillah.
Syaer gulungpun terbukalah sudah.
Sajak indah kalam Ilahi.
Memuat pelajaran dalam hidup ini.
Walaupun diri jauhlah pergi.
Janganlah lupa mengkaji kitab suci.
Sebagai pengingat mase.
Madah ini boleh dibace.
Sajak demi sajak memuat cerite.
Perihal tentang indahnye suasane.
Duduk bertengger di tepian sungai.
Siang malam asyik duduk bersantai.
Tapi diri janganlah lalai.
Lantaran angin sepoy melambai-lambai.
Sungai kapuas banyak cerite.
Saksi sejarah sepanjang mase.
Pontianakpun telah menjadi kote.
Tapi kapuas belum baik ditate.
Selame saye di Pontianak ini.
Banyak sudah kisah di sane sini.
Semue kisah mengandung arti.
Membuat kite mesti berhati-hati.
Sungai kapuas sangatlah panjang.
Sangat panjang membentang.
Banyak kisah yang dapat dikenang.
Boleh mandi bile diri tau berenang.
Tempat bersantai ditepian kapuas.
Tetap ramai tak peduli sejuk dan panas.
Banyak bersantai bertande malas.
Membuat diri terhibur menjadi puas.
Pontianak terus berbenah.
Tapi di tepian kupuas banyaklah sampah.
Tentulah pemandangapun jadi tak indah.
Sedangkan gedung ditepianye semakin megah.
Pontianak terkenal dengan seribu parit.
Tapi sekarang aliran air jadi sempit.
Alur airpun berbelit-belit.
Untuk mengurusnye banyaklah keluar duit.
Duhai kapuasku sayang.
Nampak betul diri mu terbuang.
Hanye sebagai tempat kapal berlalu lalang.
Sebatas itulah diri mu dipandang.
Jike saye balek ke Ketapang.
Di pelabuhan Senghilah saye menambang.
Naik kapal laut atau kapal kelotok saye menumpang.
Mengantarkan saye ke laut sebrang.
Banyaklah kapal-kapal merapat.
Kapalpun berasal dari berbagai tempat.
Banyaklah barang yang diangkat.
Dari kapal dibawa ke darat.
Bersantailah saye dengan secawan kopi.
Duduklah saye dengan kawan-kawan di tepi.
Banyaklah hal yang dibahas masalah negeri.
Sampai-sampai juga masalah orang mati.
Sungai kapuas patut dibanggekan.
Diwariskan pede generasi zaman kezaman.
Sejarahnye patut disimpan.
Buatlah sungai kapuas menjadi cantik dan tampan.
Di tepian kapuas kerajaan Kadariah tegak berdiri.
Janganlah lalu jadi rumah pribadi.
Taman kapuas jadi tempat bercinte mida mudi.
Harap diri berhati-hati.
Di depan istane berdiri masjid pule.
Tande pemimpin ingat Tuhannye.
Makam batu layang setelahnye.
Sebagai pengingat mati dan berakhirnye dunie.
Di tepian sungai juga wali kote berkantor.
Berharap wali kotenye selalu jujor.
Makan minumnye pastilah terator.
Harap dijage sungai kapus janganlah kotor.
Sekarang air kapus telah tercemari.
Dengan sampah dan merkuri.
Walaupun mesti diolah untuk minum dan mandi.
Tetap berbahaye untuk dipakai lagi.
Jembatan tol kapuas melengkung panjang.
Jembatan tol landak juga membentang.
Jike padat macet tak peduli malam dan siang.
Hanye patung polisilah yang siage dipajang.
Gedung-gedung semakin megah.
Semue bangunan nampaklah indah.
Harap diperhatikan pula rumah ibadah.
Bagus-baguskan pule rumah sekolah.
Masjid Mujahidin masjidlah raye.
Tetapi lama bangunannye untuk sempurne.
Itulah susahnye bangun masjid di tengah kote.
Banyak aturan dan rumit care berkerje.
Kampus-kampuspun banyaklah ade.
Dari yang umum dan juga agame.
Berbagai macam suku bangse.
Haraplah hidup bagaikan sekeluarge.
Banyaklah nenek madi berkemban.
Dari tol kapuas kadang kelihatan.
Itulah yang membuat macet kendaraan.
Hayal liat yang mandi kendaraan berjalan lamban.
Semakin hari pontianak semakin tue.
Tapi karene berias indah dipandang mate.
Kopi pangku mungkin masehlah ade.
Di tepian kapuas mungkin maseh dijumpe.
Jike hujan kebanjiran.
Diitinggikanlah jalan-jalan.
Bile kemarau tak dapat air hujan.
Air lautpun mau tak mau dialirkan.
Name pontianak memanglah lain.
Diambil dari name makhluk jin.
Si Kuntil anakpun mungkin telah memberi izin.
Bertande godaan setan banyak di kote nin.
Lama sudah saye di sini bertahan hidup.
Cari rezeki selasab selusup.
Kepak baring kepaklah telungkup.
Hasil jerih payahpun sekarang dapat dihirup.
Tidaklah saye melupakan.
Hijrah ke Pontianak penuh perjuangan.
Banyak goda'an dan tantangan.
Dari yang baik dan bujukan setan.
Jike berhenti di lampu merah.
Banyaklah tangan yang menengadah.
Tak berkerje tetapi meminta upah.
Sedangkan yang memberi memnggap sedekah.
Ini suatu hal yang teragis.
Makin banyak orang yang mengemis.
Padahal kekeyaan alam kite belumlah habis.
Ayampun masih dapat makan jike mengais-ngais.
Lama sudah diri merantau.
Sekarang kampung halaman mesti ditinjau.
Balek jalan darat sayepun lewat rasau.
Balek ke Ketapang kote keramat yang memukau.
Cukuplah ini madah.
Harap jadi perhatian pemerintah.
Dengan budaye dan adat istiadat kite menjage marwah.
Bersendi syara' mengharap rhamat Allah.
Dengan mengucap alhamdulillah.
Syaer gulung ini saye tutuplah sudah.
Mohon maaf jike bahasenye salah.
Akhir kate wassalammu'alaikum warahmatullah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.
Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.
Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.
Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.
Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.
Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.
Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.
Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.
Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.
Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.