SYAIR GULUNG ASLI KETAPANG

Bolehlah saye perkenalkan diri.
Name saye Zunaidi.
Walau jauh kemane pergi.
Diundang bersyair insyaallah menghadiri.

Ayah saye namenye Nawawi.
Umak saye bername Wainah menantu Sedi.
Saye punye tige abang saudare laki-laki.
Pertame Sapuan Nur ketige Zainal Abidin dan kedua si Saupi.

Untuk kedue orang tue kite same berdoe.
Semoge berumur panjang selalu berbahagie.
Kitepun semege jadi anak bergune.
Tau diri dan paham adat budaye serte agame.

Senin, 14 Mei 2012

SYAIR GULUNG "PESAWAT BAH JATUK GIK IM"

Ketapang, 14 Mei 2012 Pukul 17.00 WIB
Assalammu'alaikum warahmatullah.
Kembali saye mengirim madah.
Mohon ampun maaf jike termuat salah.
Syaier gulung terbuka dengan bismillah.

Salam rahmat khaliqul kalam.
Mengharap syafaat rasulullah rahmat sekalian alam.
Tercurah kepade jiwe yang tentram.
Saye hatur sepuluh jari sebagai salam.

Kite lihatlah peristiwe yang terjadi.
Datang hilang silih berganti.
Betape bala' datang bertubi-tubi.
Insan bergilir hidup dan mati.

Semue terjadi dengan singkat.
Bise dilihat dengan mate yang kasat.
Berhati-hatilah bile berbuat.
Ingat mati harap bertaubat.

Heboh kabar pesawat jatuh.
Dilereng gunung pesawat numpang berteduh.
Terbangnye rendah tetapi nampak jauh.
Nyaman naik pesawat malah terbunuh.

Sungguh ini kisah naas.
Perihal pesawat yang jatuh amblas.
Baru sebentar tinggal landas.
Jatuh pula di hutan yang luas.

Bile diri naik kapal terbang.
Janganlah lupa bawa tali tambang.
Jike mau turun jangan ditempat sembarang.
Nanti kepade Allah nyawe berpulang.

Bile diri naik pesawat.
Jangan lupa membawa jimat.
Jimat utame dua kalimat syahadat.
Berjalan jauh selamat dunie akhirat.

Lantaran rakyat yang naik pesawat.
Nyawe rakyat jadi dak selamat.
Cube giliran presiden dan pejabat.
Naik pesawat malah dak maok mendarat.

Peringatan macam ape yang membuat paham.
Semue dapat dilihat dari kejadian alam.
Bencane datang siang dan malam.
Namun negeri ini semakin kelam.

Bagaimane orang tue mendidik genrasi.
Anak balek malam orang tue dak peduli.
Ayamnye hilang mencari.
Tak peduli malam tak peduli pagi.

Bagaimane pejabat diteladani rakyat.
Kesana kemari selalu naik pesawat.
Rakyat naik ojekpun jalannye jahat.
Naik opletpun ditrunkan sembarang tempat.

Bagaimane alim ulama panutan agama.
Jike yang diamalkan yang nyamannya saja.
Masalah beristri maunya lebih dari dua.
Manjangkan tasbih dua meter banyak yang tak terima.

Bagaimane guru mendidik murid.
Mengajar didepan menunjukan burid.
Murid yang diajarpun  jadi tulalid.
Guru yang hanye mengajar duduk tande sembelid.

Bagaimane gerasi mude jadi harapan.
Pagi sekolah  siang malam jalan-jalan.
Disuruh bekawan malah pacaran.
Sekolah dak tamat malah mintak dikawenkan.

Bagaimne orang berpartai.
Kampanye berjanji selepasnye rakayat dibantai.
Pintar kedie rakyat dibuat tak pandai.
Ikut rapat malah duduk bersantai.

Tragedi pesawat udah sering terjadi.
Namun Pemerintah malah menutup hati.
Presiden malah maok beli pesawat liar negeri.
Mobil karye anak bangse malah tak lolos uji emesi.

Pesawat jatuh keberatan penumpang.
Maksudnye berat dose melanggar pantang.
Kurang ibadah sedekah dan sembahyang.
Membuat pesawat susah terbang.

Bagaimane cerite kapal laut menabrak karang.
Lantaran orang bercium nahkoda terpandang.
Barang kali demikian juga pesawat yang sulit terbang.
Karene pilot terpaku liat orang utan gunung salak duduk terkangkang.

Pesawat jatuh senegeri ini ribut.
Cubelah ributkan nelayan yang susah melaut.
Demikian juga ributkan masalah perut.
Pejabat korupsi malah hilang tak disebut-sebut.

Banyaklah kite burduka.
Bukan hanye pade koraban pesawat jatuh saja.
Di lampu merah banyak yang meminta-minta.
Ongkos sekolah tak turun-turun juga.

Demikian ini kengkarangan.
Syair gulung sebagai sebutan.
Memuat kisah dan pesan.
Ape yang baik boleh diamalkan.

Dengan mengharap rahmat dari Allah.
Cukuplah ini madah.
Dengan mengucap alhamdulilah.
Akhir kate wassalammu'alaikum warahmatullah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.

Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.

Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.

Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.

Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.

Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.

Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.

Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.

Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.

Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.