SYAIR GULUNG ASLI KETAPANG

Bolehlah saye perkenalkan diri.
Name saye Zunaidi.
Walau jauh kemane pergi.
Diundang bersyair insyaallah menghadiri.

Ayah saye namenye Nawawi.
Umak saye bername Wainah menantu Sedi.
Saye punye tige abang saudare laki-laki.
Pertame Sapuan Nur ketige Zainal Abidin dan kedua si Saupi.

Untuk kedue orang tue kite same berdoe.
Semoge berumur panjang selalu berbahagie.
Kitepun semege jadi anak bergune.
Tau diri dan paham adat budaye serte agame.

Senin, 10 April 2017

SYAIR GULONG " KETAPANG TAK BERSUMBU"

SYAIR GULONG " KETAPANG TAK BERSUMBU"

Assalamualaikum warahmatullah.
Izin kan saye mensajak madah.
Dak banyak siket baranglah.
Sajak bermule dengan bismillah.

Kire diri hendak berjuang.
Setidaknye diri bukan pecundang.
Kire lawan pasti menantang.
Pastikan diri berencane menang.

Sekali diucap namenye sumpah.
Ibarat lior besembor ludah.
Jike dijilat behukom haram jadah.
Yakinilah serte niat karene Allah.

Kite hidop betatah betitih.
Tentu usahe dirasekan letih.
Ibarat luka tersayat perih.
Ape haselnye jangan nam sedih.

Bile mulut hanye berucap.
Dengan perbuatan tentulah  mantap.
Walau banyak menilai tak sedap.
Tetap bejuang meskipun betatap.

Ade damai di dalam hati.
Namun lain hal dendam pribadi.
Segale care ingin menzhalimi.
Demikian itu kite perlu hati-hati.

Ape yang cacat dibalot puji.
Tak kan ketauan si penjilat rezeki.
Tak peduli aqidah dijual beli.
Asal dapat senang jabatan kursi.

Ini udah melampau batas.
Siket banyak perlu diberantas.
Ibarat jahitan putus dan bentas.
Namun tetak aiklah tak akan tertetas.

Siasat buruk hilangkan budi.
Orang bejat tiade pekerti.
Dzolimi orang hidup senegeri.
Tiadelah lain hanye berharap die mati.

Jike maseh punye iman.
Tak patut kite diamkan.
Jike tak paham hukum buatan.
Make jangan salahkan hukum Tuhan.

Begini begitulah alasan dibuat.
Seolah betikai hanye ajang debat.
Bawahan kerje selumbang selumbat.
Hasel kerje die- die mah yang ngembat.

Inilah tanah betuah.
Tak kan mudah untuk mengalah.
Tak perlu senjate tajam atau apelah.
Cukop betiop muntah darah.

Hai kate orang kecil.
Maseh mikerkan hutang becicil.
Kadang sering dijadikan umpan kail.
Carik rezeki jak maseh bepipil.

Sikut atas gilas ke bawah.
Itulah mainan orang serakah.
Kelak di laknat Allah.
Hidupnye hanye buat orang susah.

Ini jadi penginggat kite.
Jadi apepun jangan semene- mene.
Jadi apepun pasti menghadap Allah ta'ale.
Sunggoh dicabut segale hak dan kuase.

Sayang di padam titiknye api.
Ibarat bara di sekam padi.
Depan elok manis berbudi.
Dalam daging ibarat duri.

Sunggoh dikire tiade ape hal.
Namun ujong- ujungnye membuat tegal.
Di tanyak bujor dijawab membual.
Sunggoh kelakuan burok tak disangkal.

Siape orang yang membuat ribot.
Masokkan ke karong buang ke laot.
Kadang suke membuat kite kalot.
Di lawan bujor- bujor maseh gak takot.

Siapepon punye kuase.
Apelagi jike masalah mase.
Tinggal luruskan haluan jihad agame.
Belom besimbah darah apelah gune.

Ape gune besimbah darah.
Sekedar hanye menilai benar dan salah.
Bise selesai lewat hukum dan pemerintah.
Kalaulah diproses jangan dengan mate sebelah.

Hidup indah berbagai rumpun.
Dengan masing-masing agame silekan menuntun.
Adat petue pon siap asri tersusun.
Dak peduli orang senek atau senun.

Ambik pedang asah di sarong.
Ambik perisai bungkus digulong.
Ambik ilmu ayok semuke beromong.
Jangan nam siket beromong banyak besombong.

Inilah pelite Ketapang.
Tiade bersumbu tapi alhamdulillah terang.
Make janganlah sampai begelap panjang.
Hawater anak cucu kelak terbuang.

Ketapang tiade bersumbu.
Tiade perang antare suku.
Perang agamepon tak perlu ditunggu.
Inilah Ketapang kite ramah tamah dengan tetamu.

Jike Ketapang diberi sumbu.
Make pastikan api menyulut sudahlah tentu.
Bile terbakar pastikan semue akan pilu.
Se zaman anak cucu pasti ditiru.

Masok Ketapang ucapkan salam.
Betemu selalu begalor tiade diam.
Dilain rusuh kite maseh tentram.
Pelite tak bersumbu jangan nam padam.

Bemusoh jangan betapok.
Sekali ketauan lawan baruk besibok.
Mulailah berani kan diri pura- pura mabok.
Sunggoh itu lawan yang tak cocok.

Pelite kami tiade bersumbu.
Tande kami maseh pegang petue dan ilmu.
Selagi tak padam kami tetap menyeru.
Api bergoyang itu biase ditemu.

Sayang bile membunoh tikos.
Tikos di bunoh rumah dibakar angos.
Sunggoh tiade bermodal tiade ongkos.
Membunoh tikos itu masalah serios.

Melapor tikos pade kawan sekandang.
Dirinye akan diracon dan dibuang.
Kawan- kawan anggap itu masalah die sorang.
Besok tikospon mati di aik mengambang.

Jangan dikire hanye tikos yang mati.
Besok lusak yanglain mampus sileh beganti.
Karene semue- mue minum di aik perigi.
Tempat tikus beracun mati seekor diri.

Make jangan dianggap remeh.
Dari siket selumeh dua lumeh.
Akan jadi pemicu yang tumbang tindeh.
Akan menyimbahkan darah yang mendideh.

Demikian ini sajak si tuan guru.
Kire tak elok maaf kan daku.
Ape yang baik silekan tiru.
Kire burok hapuskan lalu.

Cukop am saye bermadah.
Ampun maaf khilaf dan salah.
Semate berharap rahmat dari Allah.
Semoge dapat memberi faedah dan petuah.

Dengan mengucap Alhamdulillah.
Saye tutuplah ini risalah.
Ape yang baik di hati jangan dibantah.
Akhir kate wassalammulakum warahmatullah.

Ketapang, 9 April 2017
Oleh Tuan Guru Zunaidi Nawawi Tuan-Tuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.

Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.

Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.

Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.

Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.

Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.

Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.

Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.

Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.

Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.