SYAIR GULUNG " JUADAH PUASE"
Assalamualaikum warahmatullah.
Puase hari ini empat hari sudah.
Dengan mengucap bismillah.
Di syair ini akan dimadah.
Bagaimane tande orang puase.
Badan leteh rase melipe.
Malas begerak kemane-mane.
Rase ngantok menyerang mate.
Jike puase jangan mengeloh.
Kurangi bepanas banyaklah betedoh.
Kelapak mudakpon boleh diundoh.
Jangan nam suke berioh.
Puase jangan ngaku- ngaku.
Adak puase tentulah malu.
Lalulah masang muke lesu.
Dudok temenong pebukaanpon ditunggu.
Penohlah pasar juadah.
Lalu sepi orang di rumah.
Semue yang di jual maok dijamah.
Lalu dak dimakan kue hasel berkerinah.
Puase baru empat hari.
Rumah udah dikemas sana sini.
Mulai mikirkan perabotan yang diganti.
Mulai berhitong waktu idul fitri.
Sendike kue bemacam- macam.
Setiap puase kue nyan- nyan nam.
Ade kue apam.
Kue baulu ade gak am.
Lares manis gorengan bakwan.
Kue kampong kue penganan.
Rasenye sedap dan nyaman.
Di tambah dengan baik kelapa dogan.
Kue beinti kue kelepon.
Kue kering banyak masak diopon.
Banyaknye kue tinggal di tonton.
Ade sendike kue apepon.
Nyaman gak am tambol kolak.
Bekuah santan lemak.
Lamak dituguk keluar minyak.
Make jangan lamak jike ditanak.
Puase memang berkah.
Banyak dijual kue juadah.
Orang bejual sebelah menyebelah.
Semue dapat untong rupiah.
Kue sehat kue lelepat.
Bebungkos daon pisang berisi padat.
Bahannye ubi atau pisang tentulah sehat.
Boleh dibeli jike teliat.
Agar- agar juga bagos.
Dapat mengurangi rase haos.
Cariklah menu yang khusos.
Carik menu yang menjage lambung usos.
Nyaman juga kue putu.
Putu buloh jarang ditemu.
Adepon harge beribu-ribu.
Nyaman juga kolak pisang dan labu.
Ade gak am kue jejumput.
Buatnyepon bejumput- jumput.
Nyamanye dak dapat disebut.
Sajikan sepiring habis berebut.
Jike udah bulan puase.
Banyak ditemu kue bingke.
Bingke berendam nyaman dirase.
Nyaman pula bingke telok dan setile.
Puase tambah suntong.
Bebuka dengan kue jenjorong.
Lemak manis tak dapat disanjong.
Dengan daun pandan die besarong.
Boleh dicube bubor kacang.
Bubor kacang hijau bukan kacang panjang.
Makan suap duak suap udah kenyang.
Maok nambahpon jadi begenang.
Dimane ade kue rerokok.
Sering disebut dokok- dokok.
Baek makannyan dari pade merokok.
Nyaman makan sambil dudok.
Ade gak am naga sari.
Dibungkus daun pisang tapi berisi.
Isinye ade pisang sebagai inti.
Masak dikukus sedap sekali.
Boleh dicube kue serabi.
Kue khas jike ade orang mati.
Namun sekarang udah dijual beli.
Nyaman disantap dengan kopi.
Ade gik perecak burok.
Isi kelapak dibalot macam handok.
Jadi inti kelapak gule merahnye betapok.
Di jamin habes masak seperiok.
Tau dak kue kekicak.
Bulat- bulat kenyal dan licak.
Di jamin itu juga enak.
Terase haru nyaman di dalam benak.
Sendike gorengan dijual lares.
Ape lagi keroket bakwan dan oles- oles.
Gorengan tahu juga cepat habes.
Semue laku dijual lares manes.
Kurmepon khaslah sudah.
Dimakan bernilai ibadah.
Karene itu bagian dari sunnah.
Makan halal dan sehat perintah Allah.
Demikian macam- macam juadah.
Beli dan makannye harap dipilah- pilah.
Jadikan semue bernilai ibadah.
Biar semue mendapat berkah.
Syair ini boleh dibace.
Tapi jangan dicele.
Karene yang disajak pemakanan semue.
Tentu dihayalkan menggode puase.
Cukup sudah ini madah.
Ampun maaf kate yang salah.
Saye tutup kenyang bace alhamdulillah.
Akhir kate wassalammulakum warahmatullah.
Pontianak, May Home 4 Ramadhan 1437 H..9-6-2016
Oleh: Syekh Syair Pendekar Syair Gulung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.
Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.
Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.
Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.
Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.
Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.
Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.
Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.
Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.
Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.