SYAIR MASALAH PACAR DAN NIKAH
oleh Zunaidi Aidi Tuan-Tuan pada 18 Juni 2011 jam 2:15
Assalammu'alaikum Warahmatullah.
Tak henti-henti saye mengarang madah.
Karena ini suatu marwah.
Syair gulung ini dibuat dengan membace Bismillah.
Karena berawal dengan Bismillah.
Ini adalah kalimat toyyibah.
Mengharap rdho dari Allah.
Syair gulung terbukalah sudah.
Awal mule berkenal-kenalan.
Dibawa ketemu lalu diajak makan.
Siang malampun dibawa berjalan-jalan.
Itulah awal mule pacaran dua insan.
Lama sudah kasih disambung.
Lamanya waktu tak dapat dihitung-hitung.
Masing-masing ingin mencari untung.
Dapat musibah orang tue pula yang menanggung.
Susah benar jika dilihat.
Diri mencintai dengan orang lain ia dipikat.
Ini bukanlah masalah adat.
Tapi karena salah berbuat.
Bagi yang cintenye putus.
Boleh ditinggal boleh diurus.
Selagi tidak ada kasus.
ataupun isu yang berdesas desus.
Hidup bermule berkasih-kasih.
Sikit-sikit dibantu berucap terimakasih.
Padahal uang duet habis bersih.
Orang tuelah yang kerje berletih-letih.
Ape tende cinte itu buta.
Itu jike semue-mue memikirkan si dia.
Sekejap mate pengen selalu berjumpa.
Hati terserap dengan kawanpun lupa.
Bile banyak mikir dalam bercinte.
Itulah cinte mate duitan namenye.
Seberape besar ia dapat dari kite.
Sebesar itulah kasih kite dapat dari die.
Orang dulu cintenye permanen.
Sekarang malah dibuat maen-maen.
Pacaran seahari dua hari lalu ngajak kawen.
Ngurus keluargepun belum bise telaten.
Umur baru seumur jagung.
Perut sudah mengelembung.
Itu karene pacaran bertabrakan langsung.
Ditanya menjawab tapi diminta untuk menanggung.
Mengape seperti itu.
Karena zaman sekarang memang begitu.
Jike orang tue alasanye tak setuju.
Anak bercinte-cintepun jadi tak tentu rudu.
Banyak perempuan cantik-cantik.
Tapi sayang mahkotenye banyak yang dipetik.
Itulah akibat hubungan yang munafik.
Diajak mesum malah mendesah bukan memekik.
Berjalan pegangan tangan.
Naik motor dade disandarkan.
Ngerem mendadak lalulah terdorong ke depan.
Si lelakipun suke lewati polisi tidur di jalan.
Pacar itu pewarna kuku.
Dengan daging dan kuku die menyatu.
Itu tande bagi yang berilmu.
Jadi menikah itulah sebagai penyatu padu.
Pacaran di tempat gelap.
Hati-hati nanti kena tangkap.
Alasan lari padahal kena sekap.
Rok celane hati-hati kena singkap.
Lelaki katenye buaye darat.
Karene punye nafsu syahwat.
Perempuanpun mau diajak berbuat.
Itulah setan membuat tipu muslihat.
Menikahlah jike sudah makmur.
Bina keluarge hidup teratur.
Jangan menikah karena terlanjur.
Setelah menikah lahirkan anak alasan belum cukup umur.
Ade hukum agame yang perlu dipelajari.
Dalam fiqih dan hukum nikah diatur masalah ini.
Jike anak diluar nikah orang tue tak boleh menjadi wali.
Wali nikahnye pengadilan agama yang mengurusi.
Jike anak diluar nikah laki-laki.
Make anak itu kelak tidak boleh juga menjadi wali.
Maksudnye jadi wali nikah adiknye yang putri.
Make dalam hal ini saye hanye mengabari.
Hati-hati juga dengan anak perempuan yang angkat.
Orang tue angkat tak boleh menunaikan akat.
Maksudnye tak boleh jadi wali secare hukum syariat.
Jike dialakukan make tadak sah ape yang diperbuat.
Andai jike masalah di atas sudah terjadi.
Jike sudah tahu wajib nikahnye dilulangi.
Tanyakan pengurus agame yang mengani.
Jike tidak itu tidaklah islami.
Make kite tak boleh sembarang.
Masalah nikah kite berlajar dari sekarang.
Setiap dose ditanggung diri seorang.
Jadi jangan bawa-bawa orang.
Tidak ade anak haram.
Perbuatan orang tuenyelah yang kelam.
Baru pacaran sudah main hantam.
Perbuatan seperti itu harus di kecam.
Untuk diri saye saye berwasiat.
Sesame kite memberi nasehat.
Sudah terlanjur tinggal lanjutkan taubat.
Bagi yang belum jangan malah berhasrat.
Umat Islam ramai sekali.
Tapi hukumye sepi yang mengikuti.
Tande-tande akhir zamanlah ini.
Lelaki perempuan bukan muhrim bebas saling menggauli.
Banyak pula memakai kerudung.
Banyak pula lelaki berkain sarung.
Tapi masalah nafsu itu tidaklah mendukung.
Kepade setiap dirilah perbuatan itu tergantung.
Lingkungan jangan dibuat penyalah.
Seharusnye diri harus pindah.
Demikian Rasulullah mencontohkan hijrah.
Hijrah dari Mekah ke Madinah.
Sayang beribu sayang.
Waktu lajang banyak terbuang.
Dari kawan-kawanpun lalu menghilang.
Membuat jalan hidup semakin menyimpang.
Bagi segenap orang tue.
Perhatikan anak dan saudare.
Khusunye bagi anaknye yang jauh dari mate.
Jangan asal lalu percaye.
Sekarang pergaulan semakin bebas.
Kemajuan teknologi tanpa batas.
Kemaksiatan sulit diberantas.
Mudah-mudahan kite tidak terkena imbas.
Kepade Allah kite memohon ampun.
Ke jalan taubat kite minta dituntun.
Jangan hanye menyesal dan melamun.
Nanti malah teringat nyamannye berkelun.
Cukup sudah ini madah.
Ini pesan petuah.
Maaflah jike penjelasanye salah.
Karene ini masalah nikah.
Dengan mengucap Alhamdulillah.
Mengharap kite perlindungan Allah.
Pesan yang baik diamalkan sudah.
Akhir kate wassalammu'alaikum Warahmatullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.
Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.
Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.
Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.
Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.
Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.
Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.
Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.
Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.
Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.