Catatan Anda telah dibuat
Assalammu'alaikum warahmatullah.
Kembali saye uraikan sebuah kisah.
Awal bermule membace bismillah.
Syair gulung teruraikan sudah.
Dengan bismillah turut beserta.
Niatpun saye luruskan kepade Allah ta'ala.
Syair inipun janganlah dicela.
Sama saja tuan dan puan menghina adat budaya.
Syair dikarang tidaklah putus-putus.
Isinya yang baik amalkanlah dengan tulus.
Jadikanlah amal jariah yang takan pupus.
Jadikan petunjuk jalan yang lurus.
Kemanelah pergi generasi mude.
Jauhlah mereka dari adat budaye.
Hanye sedikit taat beragame.
Haraplah ini jadi perhatian orang tue.
Anak disekolahkan tinggi-tinggi.
Tetapi jauh dari budi pekerti.
Mereka malas untuk sembahyang mengaji.
Sukenye malah nongkrong di sana sini.
Jike orang tue pergi sembahyang.
Malah anak barulah pulang.
Orang tue memberi nasehat tidaklah dipandang.
Demikianlah ulah anak zaman sekarang.
Dalam Islam semue mesti diurus.
Nun matipun harus dipelajari dengan serius.
Supaye membace al-qur'annyepun bagus.
Nilai mengajipun dapatlah lulus.
Bagaimane hendak menjadikan hatam Qur'an.
Make jangnlupakan manfaatnye rotan.
Cukuplah itu sebagai penakut badan.
Biar anak disuruh tidak berbantah-bantahan.
Dulu Al-qur'an dijunjung.
Sekarang di rumah-rumah Al-qur'an berlindung.
Kelak setiap insan mesti menanggung.
Perihal Al-qur'an yang tak lagi disanjung-sanjung.
Seorang bapak suke memberi nasehat.
Sang ibu harus memberi semangat.
Anakpun dijaga dari jalan sesat.
Nilailah anak dari segenap ia berbuat.
Jike orang tue suke marah-marah.
Anakpun malah suke membantah.
Lain yang dikerjekannye lainlah yang diperintah.
Wajarlah anak-anak jauh dari petuah.
Jike seorang bapak pelit.
Seorang ibu malah belanje barang keridit.
Sudahlah cari uang makin sulit.
Anakpun malah putus sekolah mencari duit.
Anak sehat diberi asi.
Tetapi bukanlah susu sapi.
Gare-gare bapak yang ikut nyusu tak gosok gigi.
Anakpun menyusu badan tak mau lagi.
Jadi orang tue jangan setengah-setengah.
Jadikan anak walaupun bersusah payah.
Karene anak itu amanah dari Allah.
Jadi orang tue jangan mau nyaman tak mau susah.
Banyak diharap anak lelaki.
Katenye membawa rezeki.
Tau-tau besar sedikit sudah minta bini.
Mau dimasukkan ke perutpun tak muat lagi.
Demikian juga anak perempuan.
Selalu diturutkan segala kemauan.
Besar sedikit sudah pandai pacaran.
Sekolahkan jauh-jauh malah gelayapan.
Jadi orang tue harus bersabar.
Masalah kecil jangan lalu bertengakar.
Mendidik anak jangan terlalu kasar.
Beringaslah anak setelah besar.
Bila anak di sekolahkan jauh.
Perihal anak janganlah semabarang tuduh.
Pantaulah anak jangan malah jenuh.
Hawatir anak pulang mukanye lusuh.
Di depan anak ibunye bicare manis.
Bapaknye di belakangpun berprilaku bengis.
Anak lelakipun malah besar secara sadis.
Anak perempuan terbuai rayaun puitis.
Anak jangan jadi terlantar.
Anak tak pandai mesti di ajar.
Kepade orang tuelah anak bersandar.
Haraplah segenap orang tuepun menjadi sadar.
Anak banyak lalu tak terurus.
Mukenye cemot idungnye keluar ingus.
Tentu itu pemandangan tak bagus.
Rawatlah anak secare khusus.
Inilah perihal anak.
Jangan sembarangan beranak pinak.
Tidur suami istri janganlah terlalu lasak.
Nanti anaknye bertambah banyak.
Cukup sudah ini madah.
Mudah-mudahan memberi pencerah.
Terhindarlah kite dari perbuatan tulah.
Semoge orang tue hidup dengan rizki melimpah ruah.
Dengan mengucap alhamdulilllah.
Mengharap syafaat Rasulullah.
Semoge Allahpun mencurahkan berkah.
Akhir kate wassalammu'alaikum warahmatullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.
Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.
Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.
Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.
Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.
Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.
Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.
Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.
Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.
Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.