SYAIR GULUNG ASLI KETAPANG

Bolehlah saye perkenalkan diri.
Name saye Zunaidi.
Walau jauh kemane pergi.
Diundang bersyair insyaallah menghadiri.

Ayah saye namenye Nawawi.
Umak saye bername Wainah menantu Sedi.
Saye punye tige abang saudare laki-laki.
Pertame Sapuan Nur ketige Zainal Abidin dan kedua si Saupi.

Untuk kedue orang tue kite same berdoe.
Semoge berumur panjang selalu berbahagie.
Kitepun semege jadi anak bergune.
Tau diri dan paham adat budaye serte agame.

Kamis, 15 September 2011

SYAER GULONG GADIS MELAYU


Assalammu'alaikum warahmatullah.
Syair dikarang bersusah payah.
Namun tetap berniat dengan bismillah.
Syair gulung tetap termuat sudah.

Suare mendendang tak begitu indah.
Bagi saye itu tidaklah masalah.
Selagi isinye bersajak marwah.
Mesti tetap lestari dan membawa faedah.

Orang Melayu kuat adatnye.
Punye tradisi kental berbudaye.
Namun tak elok lagi segenap generasi mude.
Adat budayenye sorang die mencele.

Gadis melayu malu berbaju kurung.
Antare mau dengan endak memakai kerudung. 
Budaye barat suke die menyanjung.
Melepas adat sendiri tidaklah mendapat untung.

Alkisah semasa zaman.
Termuat kisah samapi kehindustan.
Orang Melayu islam janganlah hanye keturunan.
Tetapi Islamnye atas ilmu dan hidayah Tuhan.

Termuat sudah di dalam Tajul muluk.
Kitab arab melayu yang mesti tetap dipeluk.
Segenap ilmunye belum terkeruk.
Lantaran mikirkankan belangak periuk.

Gadis melayu canti rupawan.
Memakai baju kurung menutup badan.
Sekarang sudah banyak beda penampilan.
Menutup dada pusat kelihatan.

Syair ini mengurai kisah.
Gadis melayu janganlah bersekolah rendah.
Jangan hanye ngurus anak laki di rumah.
Tetapi sambilanlah belajar kehutan tanah.

Ibu saye orang melayu.
Kepadenye adat istiadat saye berguru.
Bahase orang tue dulu bijak laksane.
Tidaklah macam anak gadis sekarang yang bicare.

Turun dari rumah mesti begenah.
Maksudnye dengan orang tue mesti bepadah.
Supaye disusol tidaklah susah.
Anak gadispun terjagelah marwah.

Sungguh malang gadis melayu.
Hati ini retak terasa nyilu.
Tutupilah diri kalian dengan rase malu.
Orang tue kite jangan dibuat pilu.

Bile ditegorkan janganlah marah.
Dengan sesame kite mengingatkan sudah.
Hitunglah umur ingatlah orang tue di rumah.
Jauh dari orang tue jangan malah bertingkah.

Wahai gadi melayu.
Marwah mu dijagalah selalu.
Kepade Allah jangan lupa untuk menyeru.
Berkasih sayang denagan lelaki janganlah terlalu.

Sepatutnye kaum lelaki.
Gadis melayu janagan hanye mau dijadikan bini.
Selagi diri tak pandai sembahyang mengaji.
Janganlah cube-cube memberanikan diri.

Biarlah gadis melayu tua tak bersuami.
Selagi kehoramatannya tak ternodai.
Allah akan merahmatinya siang malam dan pagi.
Marwah gadis melayupun terjunjung tinggi.

Gadis melyu indah berias.
Walaupun dulu hanye memakai bedak beras.
Pola pikir merekapun sangatlah cerdas.
Syahwat merekapun tidaklah buas.

Kepade umak saye suke saye betanyak.
Bagaimane orang Melayu mendidik anak.
Sebagaimane ayam bise dibuat jinak.
Mendidik anakpun telaten samapailah die besak.

Gadis melayu dulu dijage ketat.
Berhati-hatilah die dalam berbuat.
Dengan orang tue mau mendengar nasehat.
Malulah die jike sang lelaki melihat.

Gadis melayu oh gadis melayu.
Belajar dan ingatlah tingginya marwah mu dahulu.
Jangan biarkan dirimu berlahan layu.
Berhati-hatilah pade lelaki yang sembarang bertamu.

Jike gadis melayu duduk di depan lawang. 
Petue orang tue nanti dipinang balang.
Jike mase haidnye datang.
Make dilaminlah die di kamar diri seorang.

Bile pacaran dengan gadis melayu.
Make sulitlah untuk dapat sering bertemu.
Itu waktu zaman orang tue kite dulu.
Sekarang keseringan jumpe malah cepat jemu.

Jike gadis melayu melempar senyum.
Hati lelaki mane yang tak tesentrum.
Lelakipun malah berpikiran mesum.
Itulah lelaki yang banyak melamun.

Demikian syair ini memuat.
Perihal gadis melayu yang tersirat.
Sedikit banyak memuat perihal adat.
Tak dapat dibantak karene sumbernye kuat.

Gadis melayu dulu rambutnye panjang.
Hitam terurai jike dibentang.
Tak mau dipotong kecuali gugur di ranjang.
 Mereka sangat pandai merawat badan seorang.

Sekarang banyak yang berambut pendek.
Lantaran pikirannye ketek.
Pergi pagi malam baru die balek.
Wajaralah banyak dapat lelaki yang picek.

Demikian sudah ini sayair.
Tidaklah maksudnye untuk menyindir.
Gadis melayu tetaplah meningkatkan karir.
Agar dari negeri ini tidak terusir.

Cukup sudah ini madah.
Bait-bait telah tersusun indah.
Segenap isinye jangan dibantah.
Takut balak datang karene tulah.

Dengan mengucap alhamdulillah.
Mengaharaplah kita rahmat dari Allah.
Semoga kita tetap terjagakan baiknya marwah.
Akhir madah wassalammu'alaikum warahmatullah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.

Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.

Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.

Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.

Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.

Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.

Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.

Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.

Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.

Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.