SYAIR BERITE KEDATANGAN PRESIDEN
by Zunaidi Aidi Tuan-Tuan on Thursday, 26 May 2011 at 17:42
Assalammu'alaikum warah matullah.
Inilah die sebuah petuah.
Dilanggar pantang dilangkah tulah.
Beserte Bismillah Syair Gulung terbuka sudah.
Mari kite kuatkan diri.
Malam ini berzikir Allah dipuji.
Surah Yasin boleh dikaji.
Istirahatkan dari waktu dan janji.
Allah humma Allah.
Kepade Mu kami mengharap berkah.
Kuatkan kami untuk beribadah.
Jauhkan kami dari hidup payah dan susah.
Hari berganti hari.
Bulan dan tahun silih berganti.
Tinggal mengitung jari.
Besok lusa Presiden mau datang kemari.
Ini kali kedua.
Presiden ke Kalabar mau berjumpa.
Banyaklah beliau punya agenda.
Polisi pasti sibuk menghalau pengunjuk rasa.
Jike presiden datang.
Semue sibuk menyiapkan barang.
Jalan utame pasti dihadang.
Bagi yang lewatpun tak sembarang orang.
Duhai Pak presiden.
Berharap saye agar engkau selalu telaten.
Santunilah rakyat-rakyat yang misken.
Contohlah bagaimane bijaknye si aladen.
Presiden datang naik pesawat.
Tidak naik kapal laut atu jalan darat.
Jalan-jalan pastilah padat.
Razia kendaraanpun mulai diperketat.
Sekirenye ade hajat.
Kepade Allah kite bermunajat.
Mumpung ini malam Jum'at.
Mudah-mudahan Presiden datang membawa manfaat.
Demikian ini sebuah kabar.
Tentu ini kabar yang besar.
Sampaikan kepade saudare se Kalbar.
Presiden datang Kalbarpun gempar.
Kalbar ini kaye minyak.
Terutame minyak lemak.
Sawit ditanam melapangkan semak-semak.
Tapi minyak besin mengantrinye lamak.
Sebagai contoh di Ketapang.
Antrian minyak semakin panjang.
Berhubung esok lusa Presiden datang.
Beranikah pejabat rakyat menyampaikan lantang.
Sudah Ketapang geharu pula.
Ketapang sudahlah jauh rakyat sengsara pula.
Minyak cukup tapi menjadi langka.
Dipulong boleh bagi yang membuat derita.
Ketapang tanahlah kayong.
Di Ketapanglah digelar acare gotong royong.
Sopan santun selalu dijunjong.
Tak boleh pula bersikap sombong.
Kepade Presiden pejabat berebut bertemu.
Seko' sorang pengen menjamu.
Sedangkan masyarakat bingung untuk bertamu.
Karene mikirkan ngantri di SPBU.
Katenye BUMN milik negara.
Demikianlah sebagai ladang usaha.
Walaupun ade rakyat masih juga sengsara.
Gerangan ape yang bise mengubah ini bangsa.
Ketike Pak Presiden datang pertame kali.
Beliau mengesahkan jembatan besi.
Kini beliau datang kembali.
Membuka expo usaha dan acare gotong royongpun diakhiri.
Wakil Presiden dulu juga orang Ketapang.
Sekarang hanye bise dikenang.
Demikianlah Ketapang yang malang.
Menyamankan orang diripun terbuang.
Presiden itu wakil rakyat.
Tentulah rakyat itu yang memberikan mandat.
Tapi jadi wakil rakyat malah sungsang selumbat.
Lain yang dimandatkan lain yang dibuat.
Duhai orang-orang Ketapang.
Semuelah untuk masyrakat Kalbar yang terpandang.
Bakal jadi ape kite dimase yang akan datang.
Hidup nyaman hanye kebanyakan pejabat pendatang.
Jangan terbuai dengan bujuk rayu.
Betul-betulah kite ini berguru.
Janganlah sedikit-sedikit bermain tuju.
Selisih paham lalu mau bertinju.
Presiden datang mari kite sambut.
Jangan kite saling berperang mulut.
Kepade Tuhan yang Esa kite saling berpaut.
Janji-janji pejabat itu hanyelah angin kentut.
Alam kite melimpah ruah.
Tapi takkan cukup untuk seorang yang serakah.
Pemerintah dengan rakyatpun masih berebut tanah.
Tentu ini jalan yang salah.
Rakyat kecil hanye mikirkan perut.
Tak peduli kerje diwaktu yang larut.
Ini gambaran negeri yang kusut.
Lantaran pejabat pemerintah banyak yang sangsut.
Pejabat berjalan menaiki mobil.
Hidup anak jalanan semakin labil.
Berharap pade pemberian yang secuil.
Selumeh beras dilantaipun mereke' cungkil.
Ya Allah Ya Rabbi.
Akankah begini negeri ini.
Terase lapar di negeri sendri.
Presiden datang rakyat malah bertamu dibatasi.
Memohon kite Kepade Allah ta'ale.
Dari segenap balak petake.
Itulah akibat dari sumpahan rakyat jelate.
Sedangkan pejabat menyempal telinge menutup mate.
Demikianlah saye bersajak.
Bukan maksud untuk melagak.
Perihal datang orang-orang besak.
Marahlah kite jike tamu datang terlalu congkak.
Mari kite saling mengirim salam.
Mengharap selamat dari khalikul alam.
Beribadah kite siang dan malam.
Mudah-mudahan hati kite menjadi tentram.
Cukup sudah ini madah.
Berhubung malam jum'at anggplah petuah.
Walau dikarang bersusah-susah.
Dibace boleh dimarah tulah.
Dengan alhamdulillah.
Syair gulung ditutuplah sudah.
Esok lusa akan dituliskan lagi sebuah madah.
Akhir kate wassalammu'alaikum warahmatullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.
Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.
Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.
Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.
Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.
Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.
Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.
Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.
Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.
Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.