
SYAIR GULUNG “NIKAHAN KAWANKU”
Assalammu’alaikum warahmatullah.
Izinkan saye membace risalah.
Dengan awal membace bismillah.
Syair gulung terbukalah sudah.
Dengan bismillah permulaan kalam.
Memujilah kite kepade khalikul alam.
Tunaikan ibadah siang dan malam.
Semoge hati menjadi tentram.
Acare hari ini meriah sekali.
Penuhlah orang disana sini.
Pastilah makan betambol nasi.
Tuan rumah senanglah hati.
Senanglah hati tuan rumah.
Tuan rumahpun sibuk kerumah ke tanah.
Orang daporpun sibuk berkerinah.
Ngah Roslah jadi tukang rempah.
Ini’am acare hajatan.
Acare keluarge tempat perempuan.
Si Nani pun siap dinikahkan.
Dengan Maryansyah suami idaman.
Ibu Punantan senaglah hati.
Dapat menantu si Nani.
Rajin sembahyang rajin mengaji.
Pandai pula masak rebus indomi.
Senangpula hati BU Siti.
Sekarang dapat menantu lelaki.
Dapatnye Maryansyah anak pak Seli.
Semoge mereke berjodoh sampai mati.
Dua mempelai pasangan serasi.
Sungguh mereke pasangan islami.
Tiade bertunang tiade pacaran kesana kesini.
Kuase Allah mereke jadi suami istri.
Sibok pula si Mak Uning.
Sibok puseng gelaning.
Masakan bakso bekuah bening.
Banyak makan bakso perot
jadi langsing.
Masak siomay si mak Anis.
Campor kecep limau jadi asam manis.
Banyak dibuat cepatlah abis.
Yang dak sabat jangan nam menangis.
Bile malam pengantin tibe.
Terselah haru di dalam dade.
Terase bingung mau mulai dari mane.
Begulung kain besingsing celane.
Jike malam nampak gelap.
Jangan nam dikamar salah begagap.
Nantik takut tesalah tangkap.
Terase besak nanti selap.
Terkenaglah masenye Si Nani.
Diasuh keluarge Sarifudi dan Yuhelmi.
Besar pula ditangan Bu Halida dan Pak Fuadi.
Jelasnye Nani anak Pak Abdullah dan Siti.
Sampailah wayahnye.
Si Nani dan Maryansyah hidup berkeluarge.
Janganlah dilupa jase orang tue.
Jimat dunie diakherat sebagai surge.
Tersebut pula anak beranak.
Keluarge besar Pak Yusuf dari Pontianak.
Keluarge besar Talibepun juga beranjak.
Ditanah kayaong akhirnye bertijak.
Dua mempelai banyaklah keluarge.
Dak dapat disebot semue-muenye.
Ampon maaflah disegale kate.
Syair kami jagan dicele.
Dengan mengucap Al-Hamdulillah.
Saye tutuplah ini madah.
Semoge kite mendapat Rahmat dari Allah.
Akhir kate wassalammu’alaikum warahmatullah.
Dikarang dan dibaca oleh:
Zunaidi Nawawi Tuan-tuan
Ketapang, 29 Januari 2013
Nikahan Maryansyah
Zunaidi,
S.Pd.I
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.
Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.
Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.
Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.
Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.
Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.
Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.
Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.
Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.
Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.