SYAIR GULUNG “SEMARAK SEKOLAHKU ALIYAH”
Assalammu’alaikum warahmatullah.
Izinkan nam saye membace
madah.
Dengan awal membace bismillah.
Syaier gulung tebuka’am sudah.
Dengan Bisbillah diawal kate.
Kate tersusun baitpun beserte.
Saye syaerkan ape yang ade.
Jangan nam dikate jangan nam dicele.
Salam hormat buat tuan dan puan.
Selamat datang dilingkungan MAN.
Dolok disenek kampongnye utan.
Tempat dukun bebuang jin dan syaithan.
Kini sudah lama berlalu.
Sekarang MAN ngadekan semarak dirgahayu.
Banyaklah diundang pare tamu.
Bagi yang nyari jodoh disenekpun dapat ketemu.
Beginilah Madrasah Aliyah Negeri.
Sibuk berbenah disana sini.
Kepala sekolahnye Pak Supriadi.
Absen gurupun udah pakai sidik jari.
Pak Usu Mahmud ketue komite.
Pakar agame pakar budaye.
Pak Natsir kepala kementrian agame.
Membantu acare ini dengan biaye dan doe.
Demi untuk menghibur.
Dalam acare ini panitiapun lembur.
Kurang makan kuranglah tidur.
Ibu-ibupun jadi lupa urusan dapur.
Panitia sibuk sekali.
Sibuk acare bangun terlalu pagi.
Lupa pula urusan pribadi.
Ade yang lupa mandi dan gosok gigi.
Siswa siswi MAN antos-antos.
Biar nakalpon maseh bise
diuros.
Jike belajar agame nampaknye serios.
Hanye guru jak ngajarnye setengah mampos.
Moto kite ikhlas beramal.
Sekalipun buat acare tipisnye modal.
Sikit banyakpon tidaklah menyesal.
Sekalipon nyawe terase tesengal-sengal.
Ketue panitia Pak Muzani.
Besibok malam siang dan pagi.
Balek kerumah disambot senyom istri.
Habis acare nampaknye pintu kamar kenak kunci.
Jike nanti ade acare malam.
Yang bedua-duan jangan diam-diam.
Hawatir nanti lampunye padam.
Di kire becinte rupenye maling ayam.
Dalam syaer ini sayepon berdoe.
Wabil khusus untuk kelas tige.
Ngadap ujian semoge lulus semue.
Janganlah sibok bencinte-cinte.
Berhubung hari ini jum’at.
Jike shalat disini Suraunyepun muat.
Sabnyepon dijamin rapat.
Hanye cium keringat siswa yang dak kuat.
Acare ini selalu meriah.
Mudah-mudahan tahon depan anggaranye bertambah.
Dapatlah bantuan dari pemerintah.
Dak banyak siket baranglah.
Ini am namenye syaer.
Bukan mantra bukanye sihir.
Bukan maksud untuk menyindir.
Hanye sekedar menghibur bagi yang hadir.
Cukop sudah ini madah.
Takut yang mendengar duduk gelisah.
Yang pantatnye bisolan natik pecah.
Saye yang bersyair nantik dimarah.
Dengan mengucap alhamdulillah.
Kengkarangan ini saye tutoplah sudah.
Ampon maaf kate yang salah.
Akhir kate wassalammu’alaikum warah matullah.
Ketapang, Kamis 21 Februari 2013
Dikarang dan Dibaca Oleh:
Zunaidi Tuan-Tuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.
Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.
Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.
Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.
Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.
Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.
Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.
Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.
Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.
Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.