SYAIR GULUNG ASLI KETAPANG

Bolehlah saye perkenalkan diri.
Name saye Zunaidi.
Walau jauh kemane pergi.
Diundang bersyair insyaallah menghadiri.

Ayah saye namenye Nawawi.
Umak saye bername Wainah menantu Sedi.
Saye punye tige abang saudare laki-laki.
Pertame Sapuan Nur ketige Zainal Abidin dan kedua si Saupi.

Untuk kedue orang tue kite same berdoe.
Semoge berumur panjang selalu berbahagie.
Kitepun semege jadi anak bergune.
Tau diri dan paham adat budaye serte agame.

Kamis, 27 Juni 2019

SYAIR GULONG " BANGON KANTOR BERSAME ASING DI KETAPANG"

SYAIR GULONG " BANGON KANTOR BERSAME ASING DI KETAPANG"
Assalammulaikum warahmatullah.
Kembali saye menguraikan madah.
Dengan awal membace bismillah.
Syair gulong terbukalah sudah.
Dengan bismillah diawal kalam.
Sungguh kemungkaran tak akan didiam.
Musuh Allah patut dibungkam.
Itulah yang munafik dibalik seragam.
Shalawat dan salam kepade nabi.
Nabi Muhammad pembawa risalah Ilahi.
Kepade musuh Allah patut dicurigai.
Ibarat siasah mereke mebulak dihati.
Jike udah macam ini.
Wajah instansi tercemar lagi.
Inilah ulah pejabat tinggi.
Entah gile nanar dienin kali.
Tau mah dak e.
Di umanahi jabatan memande.
Ngurusi hak masyarakat jak betele - tele.
Ini laboh berite bangunan serumah buat rame.
Dolok Ketapang masok tivi.
Hal ilegaloging kayu hutan di sana sini.
Kali ini hal kerjesame keamanan negeri.
Tapi mengancam hak perlindungan pribumi.
Ketapang kami kaye raye.
Namun hasil alam entah kemane.
Ade listrikpon maseh bepatong lilin pelite.
Ade mas bausit nikel batu bara apelah ade.
Disuroh jadi keamanan.
Maseh gak am maok nyaman.
Maseh gak maok nyukai senek sian.
Tinggal malu sekali ketauan.
Nampak ade dak bise kerje.
Keamanan kami pribumi oleh lain bangse.
Kami tersingkir sangat merane.
Orang asing mah kaye dari upah kerje.
Jike tuan tunggu bandare.
Nongkrong di bandare patut dicube.
Jike dilihat sehari sepesawat orang asing tibe.
Imigrasi pon berumah jaoh dari kote.
Lahan kami dibabat habis.
Sampai tiade pakuk dan pakis.
Kelohan masyarakat tiade digubris.
Orang asing datang bevisakan turis.
Semue maok aman menjabat.
Saen basahi kursi jabatan dengan menjilat.
Sungguh nyan perilaku bejat.
Pade dulor sorangpon die khianat.
Pakkal am.
Akhirnye ketauan nam.
Kate diriknye maok diam - diam.
Sunggoh itu memang jahannam.
Ini am sembarang mileh pemimpin.
Yak am macam inin.
Malah pribumi uyoh beruros surat izin.
Pejabat banyak dak ditempat kerje melelain.
Semue ini patot diusut.
Jangan penggantinye jabatan makin sangsut.
Ngurus hukom pasang surut.
Membuat rioh dan kalut.
Semoge pejabat nin waras.
Tes jasmani dan rohaninye tuntas.
Jangan jadi pejabat lalu buas.
Habes hak pribumi diperas.
Bintang dipundak berape melati.
Sok kuase jadi petinggi.
Hak kami orang pribumi.
Ditukar kesepakatan kunjungan luar negeri.
Jike maok bersame membangun kantor.
Yang ade Ketapang yang tekor.
Lalulah semue-mue orang asing yang ngantor.
Sunggoh itu siasat asing yang kotor.
Solusi main ganti.
Siket - siket dimutasi
Udah ketahuan baru klarifikasi.
Itulah tetap ketahuan sebab bau terasi.
Jike Kantor bersame dibangun.
Jadilah Ketapang ibu kote negeri senun.
Bakal diserang pare lanun.
Make segerelah taubat mohon ampun.
Perbaiki pelayanan untuk kami.
Urusan surat kelakuan baik tande tangan sehari.
Janganam duak tige hari baruk jadi.
Kenak sumpah orang sampai dibawak mati.
Demikian ini madah.
Ampun maaf kate yang salah.
Dengan mengucap Alhamdulillah.
Akhirkate wassalammualaikum rahmatullah.
Jum'at , 13 Juli 2018
Tuan Guru
Syekh Syair

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.

Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.

Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.

Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.

Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.

Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.

Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.

Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.

Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.

Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.