Assalammu'alaikum warahmatullah.
Termuat kembali suatu risalah.
Dengan arif laksane bermule bismillah.
Syair gulung saye karangkan sudah.
Dengan bismillah awal dikarang.
Syair gulungpun siap untuk didendang.
Sebagai pengingat diri seorang.
Bolehlah dibace tapi janganlah dibuang.
Jangan dikate hidup yang kurang.
Jangan menyombong diri jike hidup terpandang.
Kite tidaklah tau kehidupan akan datang.
Bagi yang berusahe masihlah banyak peluang.
Lama sudah meninggalkan kampung halaman.
Terbawa sudah jiwa dibadan.
Mengingat kembali keluaraga dan kawan.
Semoge selalu sehat diperkuatkan iman.
Dari hari bermule kisah.
Hitungan bulanpun makin bertambah.
Lama tak pulang terase gelisah.
Menitip pesanlah kepade Allah.
Bile kite mengenang diri.
Dahulu kecil sekarang sudah begini.
Apekah diri sudah berbakti.
Sedangkan orang tue semakin dijauhi.
Kepade orang tue harap diiangat.
Kepade Rasulullah kite mengharap syafaat.
Awali niat untuk selalu bertaubat.
Jauhakan diri dari perbuatabjahat.
Boleh belajar dengan segelas kopi.
Gula dan air setia menemani.
Mereka bersatu menciptakan sensasi.
Menjadi teman setia siap dinikmati.
Kopi itu bukan sembarang diminum.
Kopi itu aromanya menyengat harum.
Dapat menghindari dari melamun mesum.
Menarik rase jike aromanye tercium.
Kopi dibuat tak cukup segelas.
Sehari cukup empat gelas sebagai batas.
Kopi minuman bagi orang bawah dan atas.
Sungguh kopi sangat berkasih melas.
Kopi bisa dijadikan obat.
Jike berlebih juga terdapat mudharat.
Tergantung kite yang mau mengabil manfaat.
Kopi juag sebagai penguat daya ingat.
Jike diri terase lapar.
Segelas kopi bise jadi penawar.
Mate ngantok minum kopi jadi segar.
Dapat mengurangi berat badan yang besar.
Kopi dibuat dengan air panas.
Dituanglah air ke dalam gelas.
Gelas kopi jangan lupa diberi alas.
Tutupi gelas kopi dibagian atas.
Kopi dapat dinikmati dikedai-kedai.
Dapat dinikmati sambil bersantai.
Nikamat pula sambil duduk beramai-ramai.
Walau mesti duduk di atas lantai.
Dikampung adat masih bertahan.
Air kopilah yang ditakuti kempunan.
Jike ditawari minum harap disemapatkan.
Hawater teringat dijalan lalu kecelakaan.
Jike diri sedang stres.
Minum kopi pikiran sedikit jadi beres.
Masalahpun dapat dikupas habes.
Nikmati kopi sehirup dua hirup bukan setetes dua tetes.
Buat kopi jangan terlalu manis.
Nanti diminum jadi tak habis.
Kencing manis berakibat sangat teragis.
Itu salah satu penyakit hepatitis.
Minum kopi tige kali sehari.
Bagi saye itu sudah terdisi.
Itulah teman setie saye pagi siang dan malam hari.
Ilmu Allahpun ade dalam segelas kopi.
Jike anak suke kejang-kenjang.
Diminumi kopi jadilah tenang.
Tapi jangan diberi minum dengan sembarang.
Takut sedikit diminum banyak terbuang.
Bila ingin cari inspirasi.
Tak perlulah mencari tempat-tempat yang sunyi.
Minum saja secangkir kopi.
sambil beromong denag kawan insyaallah dapat solusi.
Orang Melayu memuliekan tamu.
Naik ke rumah air kopilah sebagai penjamu.
Tapi sekarang sudah banyak berlalu.
Tradisi ngopi hanye bagi orang-orang dulu.
Awal bermule dahulu kopi ditumbuk.
Lalu diayak jadilah serbuk.
Airpun dipanaskan dalam cerek periuk.
Tapi sekarang orang suke minuman yang mabuk.
Jike hendak menjadi bijak.
Hindari pula arak dan tuak.
Karene jike mabok nafas jadi sesak.
Pembuluh darahpun jadi bengkak.
Bukanlah kopi membuat penyakit.
Malah kopi itu obat sakit sembelit.
Karene rasenye yang cukup pait.
Orang sakit itu kadangpun juga karene pelit duit.
Demikian tentang secangkir kopi.
Philosofinya sangatlah tinggi.
Sejauhmane kite mencari suatu makne dan arti.
Make ilmu Allah pasti dapat diketemui.
Cukup sudah syair dikarang.
Banyak baitnye menjadilah panjang.
Harap dibace jangan hanye sepintas pandang.
Biar ilmu bertamabah tidak berkurang.
Dengan mengucap alhamdulillah.
Saye akhiri ini madah.
Harap tuan dan puan janganlah membantah.
Akhir kate wassalammu'alaikum warahmatullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.
Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.
Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.
Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.
Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.
Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.
Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.
Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.
Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.
Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.