Assalammu'alaikum warahmatullah.
Baca dan dengarkanlah ini petuah.
Dengan bermule membace bismillah.
Syair gulung terbukalah sudah.
Dengan bismillah hajatan tertunai.
Berisi bait bukan berandai-andai.
Tidak pula membuat terbuai.
Harap dibace ketike bersantai.
Ape kabar segenap saudare.
Semoge sehat-sehat dimane berade.
Salam saye buat sanak keluarge.
Harap disampaikan berurai makne.
Berharap semue semoge sehat.
Hidup dimane selalu membawa manfaat.
Terhindar pula dari ajaran yang sesat.
Jangan dibuang sanak kerabat.
Kemanepun kite jauh pergi.
Tetaplah ingat pade Sang Illahi.
Tak lama lagi kite kedatangan Ramdhan lagi.
Sucikan diri suciknlah hati.
Buat semue yang saye kenal.
Semoge semuenye berumur kekal.
Dipanjangkan umur ditundakan ajal.
Baik berecane supeye tak selalu menyesal.
Banyak sudah waktu terbuang.
Banyak pula masa lalu yang terkenang.
Dose selalu diinagat jangan dibuang.
Kepade Allah kite bersembanhyang.
Banyak ragam menyembut puase.
Semue semarak bersuke cite.
Barang bendepun ikut naik harge.
Sungguh ini kejadian yang luar biase.
Dibulan puase perbanyak ibadah.
Segenap keluarge antang-antanglah di rumah.
Tunaikan puase nanti jangan setengah-setengah.
Harap ditunaikan perintah Allah.
Menyambut ramadhan sucikan batin.
Tapi malah banyak yang jadi pengantin.
Ade juga yang masih asyik bermain.
Tanpa ia meminta izin.
Ketika berpuase nanti.
Sesungguhnye kite sedang berkelahi.
Nafsu syahwat itulah yang kita hadapi.
Make haraplah diri berhati-hati.
Hindari pikiran cabul.
Jike marah jangan sembarang pukul.
Itulah penyebab perut perempuan tersebul.
Perbuatan seperti itu tidaklah betul.
Jangan pikirkan lebaran.
Jike puase asal-asalan.
Tahanlah minum dan makan.
Tahan pula nafsu kebinatangan.
Jike ade salah mohonlah maaf.
Mudah-mudahan setiap diri menjadi insaf.
Salah diperbuat terkadang hilaf.
Jike mampu umrohlah dan tawaf.
Negeri ini terase panas.
Banyak rakyatnye bernafsu buas.
Setiap masalah di negeri ini tak pernah tuntas.
Make selalu mendapat naas.
Jike ketemu bulan Ramadhan.
Persiapkan diri untuk berdandan.
Jangan dipikirkan lagi minum dan makan.
Tetapi kuatkan taqwa dan iman.
Setan ade dimane-mane.
Tinggal kite mesti berjage-jage.
Dekatkan diri pade agame.
Hidup dan waktu jangan dibuat sie-sie.
Anak perempuan pakailah kerudung.
Anak laki-laki kemasjid pakailah sarung.
Jike bersedekah janganpual hitung-hitung.
Insyallah pasti mendapat untung.
Sajah harap dicuci.
Mukena dan sarung diberi pewangi.
Siapkan diri mengahadap Ilahi.
Jangan malah sibuk pacaran di sana sini.
Orang tue mesti memberi contoh.
Jangan malah berprilaku tak senonoh.
Orang salat janganlah sindiri berioh.
Orang puase sindiri jangan nyaman majoh.
Jike puase nanti terse leteh.
Jike berbuka perut terbengeh-bengeh.
Dahulukanlah dahulu minum air puteh.
Jangan lupa untuk salat teraweh.
Cukup sudah ini syair.
Bukan maksud saye untuk menyindir.
Syair inipun bukanlah sihir.
Di hati tuan dan puan semoge nasehatnye mampir.
Ramadhan sudah didepan mate.
Siapkan diri untuk berpuase.
Puase yang terhutang jangan lupa bayarnye.
Kelak akan dihitung termasuk dose.
Saye secare pribadi.
Mohon ampun dan maaf beribu-ribu kali.
Segenap hilaf dan salah saye menyesali.
Jie saye kurang ilmu mohon diajarai.
Cukup sudah ini madah.
Semoge ramadhan tahun ini jadi meriah.
Mengaharap selalu rahmat dari Allah.
Akhir kate wassalmmu'alaikum warah matullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.
Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.
Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.
Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.
Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.
Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.
Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.
Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.
Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.
Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.