SYAIR GULUNG ASLI KETAPANG

Bolehlah saye perkenalkan diri.
Name saye Zunaidi.
Walau jauh kemane pergi.
Diundang bersyair insyaallah menghadiri.

Ayah saye namenye Nawawi.
Umak saye bername Wainah menantu Sedi.
Saye punye tige abang saudare laki-laki.
Pertame Sapuan Nur ketige Zainal Abidin dan kedua si Saupi.

Untuk kedue orang tue kite same berdoe.
Semoge berumur panjang selalu berbahagie.
Kitepun semege jadi anak bergune.
Tau diri dan paham adat budaye serte agame.

Rabu, 25 Mei 2011

SYAIR JUM"AT DAN MINGGU

by Zunaidi Aidi Tuan-Tuan on Friday, 20 May 2011 at 01:37
 
Assalamu'alaikum Warahmatullah.
Dimalam jum'at saye menulis madah.
Hitung-hitung sebagai ibadah.
Mengharap rahmat dari Allah.

Malam jum'at bukan sembarang malam.
Jum'at itu waktu terciptanya alam.
Dibawa berzikir hatipun tentram.
Waktu kena guna-guna ilmu hitam.

Hati-hati dengan malam jum'at.
Banyak orang memakai susuk memasang jimat.
Itulah ajaran yang sesat.
Hampir-hampir membuat murtat.

Jum'at sebagai sebutan hari.
Hari berkumpul orang-orang mengaji.
Mendapat bonus bagi yang mati.
Terhindar dari siksa kubur yang keji.

Malam jum'at tidakalah banyak hantu.
Justru banyaklah setan dimalam minggu.
Malam jum'at begadangpun jadi ragu.
Malam minggu justru ditunggu-tunggu.

Malam jum'at bukan malam na'as.
Justru malam minggu wanita banyak terbebas.
Lelakipun bernafsu buas.
Melampiaskan nafsu yang beringas.

Malam minggu ramailah jalan.
Mude dan tue sibuk berpacaran.
Penuhlah tempat hiburan dan taman.
Semua asyik berdua-duaan.

Ada juga yang asyik ngumpul.
Saling bercerita ngalur kidul.
Cewek lewat jauh disusul.
Selesai urusan perut cewekpun membisul.

Malam minggu malam yang panjang.
Membuat yang dua-duan bisa telanjang.
Ini bukalah cerita mengarang.
banyak sudah tertangkap orang.

Orang tuapun suka.
Jika anak perempuanya diapel bercinta.
Dengan alasan suka sama suka.
Akhirnya anak pulang berbadan dua.

Jika anak wanita diapel pacar.
Orang tua malah masuk kekamar.
Inilah masalah yang besar.
Anakpun bebas untuk tersasar.

Anak lelaki sibuk bergaye.
Hidup miskinpun belagak kaye.
Walaupun berpinjam baju celane.
Tetap mengapel ngajak cewek becinte.

Malam jum'atpun sepi.
Macamlah ade orang mati.
Membace Qur'anpun hanyelah ayat kursi.
Malam minggu sibuk ber sms 'an janji.

Ade lagi yang sibuk menelpon.
Ade juga yang janjian menonton.
Lebih parah lagi ade yang berkelon.
Orang tue malah sibuk bebuat kelepon.

Jike ditanya hari keramat.
Pastilah dijawab hari jum'at.
Malam beramal dunie akhirat.
Malam yang banyak syafa'at.


Masjid-masjid menjadi sepi.
Magrib isya sab pun tak samapai ketepi.
Dimalam minggulah itu terjadi.
Memang sudah jadi tradisi.

Ibu sibuk arisan.
Bapak sibuk mencari rezki makan.
Anak kandungpun terlepas tangan.
Kurang dibina akhlak kelakuan.

Malam minggu besayang-sayang.
Mulailah kaki tangan mengerayang.
Hati-hati yang merantau hidup seorang.
Pura-pura lugu kehormatanpun melayang.

Jike rumah sepi dimalam minggu.
Itu lantaran orang rumah tak mau diganggu.
Bagi yang bertamu harap menuggu.
Itulah tande tempat hiburan dipenuhi tamu.

Kemane hendak dicari.
Jike anak perempuan hilang hendak belaki.
Nanti disalahkan lagi NII.
Akibat dengan anak kurang peduli.

Orang tua duduklah di teras.
Pasanglah muka yang buas.
Tamu yang mengapel anak ditanyalah tuntas.
Biar anak terlambat pualang tidaklah was-was.

Jike malam minggu menjadi malam jum'at.
Tentulah malam minggu orang jadi taubat.
Dimalam jum'at orangpun tak maksiat.
Pastilah jadi umat yang taat.

Pasang celane terik-terik.
Biar ape hal susah ditarik.
Maklumlah ditempat sepi banyak berpikiran picik.
Janganlah takut untuk memekik.

Orang tua kencing berdiri.
Anakpun kencing berlari.
Memberikan contoh mesti hati-hati.
Karena itulah anak jadi begitu begini.

Anak pulang malam harap ditanya.
Dari mana hendak kemana dia.
Boleh diperiksa baju celana.
Agar anak menjadi jera.

Hati-hati pergaulan bebas.
Narkotika dan HIV mesti diberantas.
walaupun tak bisa tuntas.
Orang yang menjadi korban mesti diberi melas.

Pengen anak jadi orang alim.
Tapi anak malah mabuk mengelim.
Akhirnye suke bermain intim.
Jike dibiarkan termasuk zholim.

Ini pembahasan tentang jum'at minggu.
Sambungan syair ini haraplah ditunggu.
Maaf jike tuan jadi terganggu.
Demikian inilah syair yang baik boleh ditiru.

Cukup sudah syair gulung.
Esok lusa bait-baitnye saye sambung.
Add caption
Berape jumlah bait jangan dihitung.
Insyaalah jike dibace memberi untung.

Dengan menulis Alhamdulillah.
Mengharaplah rahmat dari Allah.
Ini hanyelah sebuah petuah.
Akhir tulisan wassalammu'alaikum warahmatullah.

2 komentar:

  1. beeeeeeeeeeeeeh,,,
    keren,,,kembangkan jak lor,,,
    ana siap men support jika perlu anggaran,,,siapkan jak proposalnye,,,ente hub ana,,,oke,,,mantap....

    BalasHapus
  2. Do'e-do'e kan jak lor...mudah-mudahan padang terang kite bergerak besesame..sip mantaplah itu..cerdas.....

    BalasHapus

SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.

Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.

Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.

Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.

Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.

Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.

Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.

Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.

Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.

Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.