SYAIR GULUNG " TENGAH PUASE"
Assalamualaikum warahmatullah.
Shalawat dan salam pade Rasulullah.
Berawal dengan bismillah.
Syair gulung dibukakan sudah.
Berhitung hari tiade terase.
Sekarang masuk pertengahan puase.
Qur'an di bace udah tang mane.
Namun udah gelisah ngadap hari raye.
Puase belom gak suntong.
Sisak puase udah dihitong.
Ade duet mulai ditabong.
Genangkan harge sembako melambong.
Udah berape malam diri taraweh.
Siket ngerjekan kebanyakan leteh.
Diberik nasehat bebueh- bueh.
Malah banyak suke nyeleneh.
Puase jangan ganye sekedar.
Ape gune dapat haus dan lapar.
Dapat letih badan tekapar.
Amat pentinglah juga menahan sabar.
Tunjangan raye mulai keluar.
Duit di amplop belembar- lembar.
Udah habes bebeli baju seluar.
Padahal puase belom gak kelar.
Tunjangan hari raye.
Macam- macam dapatnye.
Dapat duit paket lebaranpon ade.
Di belanjekan habes semue- mue.
Beli kue bebelik- belik.
Ade gak am untuk oleh- oleh mudik.
Dak dapat tunjangan jadi panik.
Mulailah setrok darahpon naik.
Buat kue bemacam-macam.
Sa'en begadang sampai malam.
Taraweh dan tadarusan adak dihirau'am.
Tahan buat kue bejam- jam.
Ketupat daon awal dianyam.
Mulai menentukan laok sapi atau ayam.
Laok teluk ayampon barang 'am.
Sayu lemak lodeh nyan'nam.
Ketapang terkenal ketupat colet.
Dianyam dari daon kelapa terase sulet.
Dimakan dengan laok lalu dipalet.
Dak tau buat silekan beli jike beduet.
Mane puase mane lebaran.
Kosentrasi ibadah mulai kuat ujian.
Puase tinggal dak minum dak makan.
Pahalepon sudah tak jadi harapan.
Masjid dan surau mulai sepi.
Tadarusan mulai sunyi.
Tande ibadah udah adak kosentrasi.
Mikirkan sibok maok belanje itu dan ini.
Mane pas musem anak masok sekolah.
Mane beban hidop makin bertambah.
Mane carik kerjepon susah payah.
Make begantonglah diri pade Allah.
Awal anyam ketupat daon kereng.
Tunjangan lebeh paling aik kaleng.
Syukor ek jangan anggap peneng.
Iman & taqwalah sebagai pembandeng.
Jangan lupak dengan zakat.
Beras fitrah boleh am disukat.
Sa'en adak berisi kerupat.
Zakat fitrah itu kewajiban atas syariat.
Zakat fitrah pakai beras hari- hari.
Beras yang kite makan petang dan pagi.
Lebeh bagos jike yang lebeh mahal lagi.
Jangan pakai beras miskin yang dibeli.
Ngaku kaye pengusahe pegawai negeri.
Kali zakat fitrah beras yang murah dibeli.
Beras bekapok dan betumak apelah arti.
Mohonlah berzakat jangan setengah hati.
Mane diri yang kaye.
Leborlah segale dose diri dan harte.
Sedekah infaq dan zakatnye mane.
Mumpung Ramadhan pahala belipat gande.
Bulan ini bulan yang alim.
Baik pula bila bersilaturahim.
Bebuka puase dengan anak- anak yatim.
Berbuka di warung dan kafe jejadim.
Bangon saor dah mulai lejuk.
Bangon nunggu mate ditanjuk.
Kalok sejok makin terik bekelumbuk.
Makin nyenyak jike ditepuk- tepuk.
Ya Allah panjang umur ketemu puase.
Sungguh Engkau Maha Kuase.
Sunggoh kami tiade daye upaye.
Ampibkan kami yang semene- mene.
Demikian ini madah.
Sekedar untuk menggugah.
Saye akhiri alhamdulillah.
Akhir berucap wassalammulakum warahmatullah.
Ketapang, Ramadhan 19 Juni 2016
Oleh: Pendekar Syair Gulung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.
Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.
Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.
Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.
Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.
Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.
Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.
Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.
Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.
Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.