SYAIR GULONG " BESERTE DO'E APAK MERTUA"
Assalamualaikum warahmatullah.
Beserte shalawat dan salam pade Rasulullah.
Mengarang sajak kate petuah.
Syairpon dibuka dengan bismillah.
Syair ini beserta hajat.
Penoh harapan di dalam niat.
Semoge dikenang sepanjang hayat.
Untuk apak mertua syair ini dibuat.
Bertadah tangan mulut berucap.
Semue do'e dihatur dengan mantap.
Selaku anak menantu dan cucu akan berharap.
Jangan nam apak dolok besedekap.
Pilu haru di dalam dade.
Elat hari petang malam kite berjumpe.
Betape senang hatipon bahagie.
Semue - mue dapat kumpol sekeluarge.
Bertambah usie tegapnye badan.
Namun di hati terase ade beban.
Yang tau hanye apak dengan Tuhan.
Anande hanye berdo'e apak disehatkan.
Lamak sudah apak merase.
Pilu kasih rindu di dalam dade.
Kami berdo'e pase Allah ta'ale.
Semoge apak sampai haji dengan sempurne.
Apak o..apak.
Sunggoh anak menantu mu tiadelah kepak.
Tiadepon saket kami di dalam benak.
Do' e kami apak sehat anak beranak.
Pilu hati mengenang cerite.
Pade dahulu di suatu mase.
Hidop merantau luar biase.
Kau hijrah lepaskan tanah aik dan harte.
Engkau pekerje keras.
Semase dahulu tiade bermalas.
Tujoh anak mu sekolah tuntas.
Kebanyang banyaknye keringat yang engkau peras.
Di tinggal pula sang istri.
Dahulu menghadap Ilahi.
Cinte mu pon dalam terpatri.
Tinggal menahan ridu didalam hati.
Sunggoh kuat apak berjiwe.
Pandai pula memutus pekare.
Dimane berade jadi pemuke.
Karene tau ahli agame.
Dahulu apak mengajar ngaji.
Jadi penghulu nikah juga lama sekali.
Dalam hal seni musik jugalah ahli.
Sunggoh kemahirannye di sana sini.
Apak sehatkan badan sehatkan diri.
Apak udah didaftarkan untuk pergi haji.
Tinggal menunggu mase mengantri.
Panjangkan umur bapak ya Rabbul Izati.
Kini apak mertua sedanghlah sakit.
Di badan banyak selang yang terlilit.
Jarum infus pon menembos kulit.
Semoge bececat puleh sedikit demi sedikit.
Ingatlah cerite engkau menebas.
Bekebon tebu membersihkan uras.
Lelahnye engkau kerje sudahlah puas.
Sunggoh jase apak tiadelah terbalas.
Dahulu anak mu ku pinang.
Sunggoh siape saye tiade dipandang.
Jike berniat baik silekan datang.
Do'e restu mu pon panjang membentang.
Tiadelah apak memintak saye.
Baik duet atau barang bende.
Jike bejodoh dengan anaknye pasti ade care.
Yakin jak engkau pade Allah ta'ale.
Apak mertua macam ayah ku sorang.
Suggoh aku berharap mereke berumur panjang.
Ayah kupon dengan bapak juga tergenang.
Di anggap besan macam dulor sorang.
Jike apak sehat.
Lima waktu wajib die shalat.
Lima hari die puase ramadhan ni diepon dapat.
Sakitnye kamboh wayah maok ke Ketapang tinggal berangkat.
Walau anande jaoh.
Namon bekirim doe tiadelah jenoh.
Maseh menunggu wayah hendak menempoh.
Perihal diri selalu bersunggoh- sunggoh.
Sunggoh anande bersenang hati.
Dengan anak mu anande beristri.
Waktu ijab kabu apak nikahkan sendiri.
Betande do'e restu sampailah mati.
Apak semoge bangun sehat.
Balek ke rumah dapat berehat.
Dengan ujian ini semoge semue kuat.
Beserte selalu do'e di dalam niat.
Lamak sudah apak mendude.
Rase mandirinye luar biase.
Die ajarkan pade kami hakikat cinte.
Tak semudahnye membuang jase.
Kurus semangat apak mertuak.
Semangatnye ku panggil didalam benak.
Pilu rindu mengapepon tak enak.
Ya Allah sehatkan apak lebeh dari sejenak.
Ini ujian kami sekeluarge.
Di bulan ini bulan puase.
Untuk apak kami selalu berdoe.
Mintak sehatkan apak panjangkan nyawe.
Ya Allah Rabbul izati.
Dengan Ramadhan kami bertulus hati.
Ijabahlah doe kami.
Sehatkan apak dari penyakit itu ini.
Apak semoge sehat walafiat.
Terhindar dari penyakit yang menjerat.
Ya Allah jadikan beliau kuat.
Apak selalu ibadah tande dengan Allah selalu dekat.
Ya Allah jangan sakit apak semate ujian.
Tapi jadikanlah pujian.
Lapangkan dan luruskan apak berjalan.
Kepade Allahlah segale haluan.
Tiade apak akan mengeloh.
Tiade pula mendengar die mengadoh.
Orangnye polos dengan sunggoh- sunggoh.
Di mane berade tiade begadoh.
Apak merantau jaoh.
Sunggoh sulit untuk ditompoh.
Di bumi Ketapang die berlaboh.
Membesakkan anak nye dengan sunggoh.
Apak orang peladang.
Pegi pagi balek petang.
Balek kerumahpon kadang-kadang.
Demi anak dan kuarge die garapkan tanah orang.
Apak juga pelaot.
Semue kerje yang halal die mengikot.
Kerje kayupon diepon turot.
Bekebonpon die amatlah patot.
Apak serbe memandai.
Menginggat Allah tiadelah lalai.
Jerih payahnyepon sangat sesuai.
Kesuksesannyepon patot dituai.
Apak ayok am balik.
Gerakan badan dan matepon me'lik.
Semoge apak keluar dari bilik.
Balik ke rumah tiade hal yang di panik.
Udah bekumpol anak beranak.
Dari Ketapang dan Melanau sudah kumpol di Pontianak.
Sunggoh pilu haru rindu dalam benak.
Rase diri ingin beranjak.
Nikmat dan kuase Allah amat besar.
Segale usahe dan upaye udah diikhtiar.
Semoge semuenye yang terbaik sebagai kabar.
Memberi semangat untuk semuenye bersabar.
Ape yang baik di sisi Allah.
Sunggoh kamipon tiade mencegah.
Jike hanye baik untuk kami dapat ditengah.
Baik bagi Allah tak akan kami membantah.
Allah humam Ya Allah.
Di Syair ini saye bermunjah.
Ape yang jadi nikmat mohon ditambah.
Jauhkan kami dari azab balak dan musibah.
Akhir doe rabbana atina fiddunya hasanah.
Wafil akhiratu hasanah.
Waqina azabannar dan Alhamdulillah.
Saye tutuplah ini madah.
Akhir kate wassalammulakum warahmatullah..
Ketapang, 8 Ramadhan 1437 H
Senin, 13 Juni 2016
Oleh: Zunaidi Nawawi Tuan- Tuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SYAIR GULUNG bukanlah hanya hiburan sesaat tanpa bekas, maupun lantunan merdu suara cengkokan nada saja. Melainkan pada lirik-lirik baitnya banyaklah mengandung nilai-nilai pendidikan dan pesan moral atau estetika dalam kehidupan sosial, berbangasa dan juga beragama yang sangat menyentuh. Dalam isian sajaknya menimbulkan identitas jati diri, darah Melayu, pengakuan sebagai orang Melayu.
Syair Gulung tidak mengubah identintas sukunya selain Melayu lalu menjadi Melayu, dengan sebab merdu suaranya, sebab jika demikian maka kemurnian makna identitas yang ada pada Syair Gulung akan pudar dan menghilang. Terkikis oleh orang-orang yang semata hanya mengharapkan gelar atau pengakuan sebagai pesyair saja.
Bukankah, Allah SWT menciptakan kita bersuku-suku, berbangsa-bangsa, agar saling kenal mengenal. Menandakan bahwa kesukuan tidak bisa diubah oleh kepentingan apapun, justru adanya seni, adat budaya dan kearifan lokal menguatkan pengakuanya sebagai seorang yang bersuku bangsa. Menjadikannya bangga atas kelahiranya dengan identitas kesukuannya. Sebab begitulah Tuhan telah menciptkan kita, tanpa kita meminta untuk hadir dibumi ini, atau hadir di Tanah Tuah Ketapang sebagai Suku yang kita dilahirkan hari ini.
Maka, selama tidak merendahkan, menyalahkan identitas suku lainnya, kita patut bangga ada di Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa. Nah, syair gulung mengutamakan pengakuan pada diri kita sendiri sebagai orang Melayu Ketapang, jauh sebelum orang lain mengakui atau ikut peduli, maka kitalah yang patut mendahului dengan cara tetap melestarikannya. Tetap merasa memiliki dengan cara selalu belajar, memahami dan menghadirkan Syair Gulung pada lingkungan kita, keluarga kita, acara- acara adat budaya kita.
Pengakuan dari diri sendiri ini penting sebagai benteng pertahanan identitas Orang Melayu Ketapang. Kita selama ini terpengaruh besar dengan paham "Melayu Kebangsaan" induk pemikiran dari negeri Jiran. Padahal kita punya pemahaman identitas jati diri orang Melayu, yang kalaulah Melayu tetap Melayu. Karena keterbatasan bangsa yang kecil dari jumlah orang-orang Melayulah, maka sesiapa yang Islam ugamaya lalu menjadi Melayulah ia, sebab orang Melayu tetap akan Islam agamanya. Paham kebangsaan negeri jiran ini, tentu tak bisa disamakan dengan kita yang tetap menjadikan penghormatan, dan mensykuri identitas dirinya sebagai suku bangsa apapun di Nusantara ini.
Sehingga sekalipun sudah Islam, atau masuk Islam maka, tetap saja ia bangga sebagai suku bangsa apapun, sebab itu identitas dari Tuhan atas kelahiranya. Walau Islam tetap saja sesuai dengan suku kelahiranya.
Atas dasar tersebut, Syair Gulung yang merupakan identitas diri bagi Orang Melayu, khususnya dari Melayu Ketapang, maka tidak bisa menjadikanya untuk merubah identitas kesukuan seseorang sekalipun ia pandai mahir dalam cengkokan lagu ataupun kreasi lainya.
Hal ini tentu tidak bisa dibantahkan, jika kita mengakui bahwa Syair Gulung adalah satu-satunya dengan ciri khasnya sebagai identitas Melayu Ketapang. Kita tidak bisa semata-mata pula menjadikanya sebagai perlombaan dengan seni syair dari daerah lain. Sebab apapun bentuk rupa karangan dan suara selama orang Melayu Ketapang yang mendendangkan madah tersebut, itulah identitas dirinya sebagai Melayu Ketapang. Inilah yang terus membuat kita tetap belajar, membudayakannya serta menghadirkan Syair Gulung dalam liku kehidupan kita.
Syair Gulung tidak ada tandingannya, sebab sebagai identitas seni budaya Orang Melayu Ketapang jelas asal usulnya hanya ada dan dari Ketapang. Sehingga untuk mencari tandingannya dalam kemasan kegiatan apapun, tetap saja mendapatkan pengakuan Syair Gulung itu dari Ketapang, walaupun Syair Gulung tampil di luar negerikah, atau diluar Kabupaten Ketapang.
Jadi rekor utama yang patut kita pecahkan terkait Syair Gulung dalm hal menjaga kemurniannya adalah seberapa besar terlibatnya orang -orang Melayu Ketapang dalam aktifitas kehidupan sosial kemasyarakatan membudayakan Syair Gulung. Seperti dalam acara pemerintahan, hiburan rakyat, acara -acara adat bagi Orang Melayu.